BangkaPos/
Home »

Kolom

» Opini

Publik adalah Pemilik dan Pengendali Penyiaran

Selama ini orang mengenal 1 April sebagai April MOP, Namun kalangan penyiaran di tanah air mempunyai aspirasi lain. Mereka memaknai 1

Opini: Novrian Saputra, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2014-2017

Selama ini orang mengenal 1 April sebagai April MOP, Namun kalangan penyiaran di tanah air mempunyai aspirasi lain. Mereka memaknai 1 April sebagai lahirnya Hari Penyiaran nasional atau lebih dikenal dengan HARSIARNAS. Lahirnya HARSIARNAS tidak terlepas dari sejarah terbentuknya Penyiaran di Indonesia untuk pertama kali, 78 tahun yang lalu lahirlah sebuah siaran radio yang bernama Solosche Radio Vereeniging yang di pelopori oleh kalangan Nasionalis sebagai bentuk perlawanan budaya bangsa atas penjajahan Belanda.

Peran penyiaran sangat besar andilnya pada masa itu dalam menyebarkan isu dan semangat perjuangan masyarakat yang dikumandangkan melalui siaran Radio. meski penyiaran telah berkiprah dari masa ke masa terutama pada era perjuangan kemerdekaan Indonesia, pemerintah belum menetapkan hari khusus memperingati perjuangan lewat penyiaran tersebut.Insan Penyiaran patut berbesar hati karena pada tanggal 1 April 2010 yang lalu, telah di deklarasikan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas).

Maksud utama peringatan ini tidak lain sebagai salah satu upaya periodik untuk mengingatkan akan pentingnya penyiaran bagi masyarakat, sesuai yang di amanatkan di dalam UU no 32 tahun tahun 2002 tentang penyiaran, bahwa penyiaran diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkukuh Integrasi Nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahtraan umum dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil, dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah suatu lembaga yang mengatur sistem penyiaran yang di kelola secara partisipatif, transparan, akuntabel dan independen.

Proses demokratisasi di Indonesia, menempatkan publik sebagai pemilik dan pengendali utama dalam penyiaran, karena frekuensi adalah milik publik dan sifatnya terbatas, maka penggunaannya harus sebesar-besarnya bagi kepentingan publik. Ini artinya media penyiaran dalam hal ini Televisi maupun Radio harus menjalankan fungsi pelayanan informasi publik yang sehat. Karena informasi terdiri dari bermacam-macam bentuk mulai dari berita, hiburan, ilmu pengetahuan,dll.

Dasar dari fungsi pelayanan informasi yang sehat adalah seperti yang diamanatkan UU no 32 tahun tahun 2002 yaitu keberagaman isi dan Keberagaman kepemilikan.

Pelayanan informasi sebagai keberagaman isi maksudnya adalah tersedianya informasi yang beragam bagi publik baik berdasarkan jenis program maupun isi program. Sedangkan Keberagaman kepemilikan adalah jaminan bahwa kepemilikan media yang ada di Indonesia tidak terpusat dan di monopoli oleh segelintir orang atau lembaga saja prinsip Keberagaman kepemilikan juga menjamin iklim persaingan yang sehat antara lembaga penyiaran di Indonesia.

Bagaimana kondisi Penyiaran di Bangka Belitung saat ini?? Ini merupakan suatu pertanyaan yang harus kami jawab kepada masyarakat sebagai wujud keberadaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bangka Belitung, KPID Babel sekarang merupakan periode ke 2, secara periodic masa jabatan untuk Anggota KPID adalah 3 tahun sekali, sehingga keberadaan lembaga regulator ini sudah 3 tahun hadir di provinsi ini untuk memberikan pelayanannya kepada masyarakat dibidang penyiaran.

Di awal periode ke 2 ini, maka banyak yang harus menjadi catatan kami apa saja persoalan - persoalan penyiaran yang ada di Bangka Belitung, di mulai dari Perizinan lembaga Penyiaran, pemantauan ISI Siaran, konten lokal minimal 10% hingga Kewajiban kami untuk mengenalkan KPID Babel kepada masyarakat apa saja yang menjadi Tugas Pokok dan Fungsinya.

Sehingga apa yang menjadi keinginan kita yang kita semboyankan sebagai "Orang Kite Cerdas Siaran" menjadi kenyataan. Selamat Hari Penyiaran Nasional 1 April 2015 Awasi penyiaran TV dan Radio di provinsi tercinta kita.(*)

Editor: emil
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help