Sahrul Menyesal Pernah Nambang Timah

Sahrul warga Srimenanti Sungailiat mengungkapkan ada rasa penyesalan sempat memutuskan ber TI. Padahal jika dari dulu mempertahankan

Sahrul Menyesal Pernah Nambang Timah
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Sahrul kini beralih jadi petani lada usai menekuni usaha tambang timah di lahan miliknya beberapa waktu silam. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sahrul warga Srimenanti Sungailiat mengungkapkan ada rasa penyesalan setelah pernah menekuni usaha tambang inkonvensional (TI). Padahal jika dari dulu mempertahankan tetap berkebun lada hasilnya ekonominya tak sesulit sekarang.

"Alhamdulillah buah lada pertama lumayan lebat mungkin Juli nanti panen pertama," kata Sahrul kepada Bangkapos.com, baru-baru ini.

Saat ini ia kembali membuka hutan di kawasan Bukit Betung 1 hektar lagi dan telah ditanam bibit sebanyak 500 bibit lada. "Jadi lada saya ada 1200 batang disamping tanaman lainnyan" kata Sahrul yang juga memelihara puluhan ayam kampung.

"Itu panen pertama batang lada biasanya 4 kali panen dipanen setiap tahun sekali dan panen kedua seterusnya akan meningkat 2 kilo perbatangnya," ujar Sahrul Warga Srimenanti Sungailiat.

Saat  harga lada sangat bagus menembus angka Rp 160.000 per kilogram (per Kg).

Dia berharap saat panen pertama harga lada masih seperti sekarang atau meningkat. Panen pertama lada biasanya menghasilkan 1 kg per batangnya. Maka dari 700 menghasilkan 700 kg lada jika dijual menghasilkan Rp 112 juta.

Selain itu Sahrul juga menanam sejumlah buah-buahan seperti pisang, durian, petai, cabe dan lainnya disela batang lada. Sekarang sudah melihatkan hasil buah ladanya telah berbuah.sembari membuang bekicot yang naik ke batang ladanya.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: emil
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved