Ini Kata Mario yang Nyelinap di Roda Pesawat

"Mamak aku sekarang dah ada di Jakarta... terkenal sekarang Mak...". Kutipan tersebut merupakan status oleh akun mengatasnamakan dirinya

Ini Kata Mario yang Nyelinap di Roda Pesawat
Facebook/Tribunnews.com
Mario Steven Ambarita yang sempat menyelinap di roda pesawat Garuda Indonesia, Selasa (7/4/2015), yang turun di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. 

BANGKAPOS.COM, BAGAN SINEMBAH - "Mamak aku sekarang dah ada di Jakarta... terkenal sekarang Mak...". Kutipan tersebut merupakan status oleh akun mengatasnamakan dirinya Mario Steven Ambarita, dengan nama akun Mario Steven Ambarita Part II, Rabu (8/4/2015), pukul 14.30 WIB.

Mario Steven Ambarita yang sempat menyelinap di roda pesawat Garuda Indonesia, Selasa (7/4/2015), yang turun di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Sukses membuat heboh dengan aksi nekadnya menyusup ke pesawat Garuda rute Pekanbaru-Jakarta, Mario Steve Ambarita mendadak ngetop. Orangtuanya, Tiar Sitanggang tak berhenti menerima telepon dari sejumlah wartawan baik lokal maupun nasional yang penasaran dengan anaknya tersebut.

Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer, TRIBUNPEKANBARU.COM, akhirnya sampai di kediaman Mario Steve Ambarita. ‎Masuk dari Jalan Kapuas dan terus mengikuti jalan setapak sampai bertemu jalan yang di semenisasi, rumah kecil dengan kandang ternak di belakangnya milik keluarga Mario ditemukan.

Siang itu, Rabu (8/4) Tribun bertemu dengan Tiar Sitanggang (48) dan Manahan Ambarita (62), orangtua dari Mario Steven Ambarita. Mulai dari menangis sampai tertawa, kedua orangtua itu bertutur tentang anaknya yang kini berada di Jakarta.

Tiar bercerita, sejak pindah dari Jakarta pada 1998 lalu, mereka sempat mencoba berdagang. Namun, dikarenakan keterbatasan modal dan suaminya yang terus sakit-sakitan, ia pun memutuskan beternak sambil memaksimalkan kebun milik mereka yang tak seberapa.

Wanita sederhana itu mengisahkan, anaknya Mario sangat terobsesi pada dua hal. Pesawat terbang dan sosok Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi.

Mario Steve Ambarita (21), pria yang menyusup ke ruang roda pesawat Garuda Indonesia terancam hukuman satu tahun penjara. "Sebab dia masuk secara ilegal. Hukuman itu sesuai dengan Undang-Undang Penerbangan," ujar Kepala Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar CH Patopoi, usai Gelar Pasukan Pengamanan KTT Asia-Afrika di Lapangan Monas, Rabu (8/4/2015).

Namun, sampai kini polisi belum menangani kasus tersebut. Ia mengungkapkan, pihak yang berwenang memberikan hukuman tersebut adalah pihak Otoritas Bandara Soekarno-Hatta. "Penyidiknya dari Kemenhub bukan Polisi," ucap Patopoi.

Menurut dia, kondisi Mario saat ini sudah cukup stabil. Namun ia masih berada di pihak Otoritas Bandara Soekarno-Hatta.
Diketahui, Mario menyelinap ke ruang roda pesawat dari Bandara Sultan Syarif Kasim II saat pesawat tersebut akan tinggal landas menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (7/4/2015) sore.

Sekitar pukul 16.30, saat pesawat mendarat, seorang petugas Bandara Soekarno-Hatta melihat Mario terhuyung-huyung keluar dari pesawat, dan dia langsung diamankan.

Mario kemudian mendapatkan perawatan karena kondisinya masih labil, jari-jari membiru, dan telinganya mengeluarkan darah. Ia pun diinfus dan dirawat di klinik bandara.

Editor: emil
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved