Sepekan Dua Kasus Pecah Kaca dan Congkel Mobil

DALAM sepekan terakhir, kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil setidaknya sudah dua kali terjadi di Pangkalpinang. Sebelum

Sepekan Dua Kasus Pecah Kaca dan Congkel Mobil
*/tribunnews.com
Ilustrasi

DALAM sepekan terakhir, kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil setidaknya sudah dua kali terjadi di Pangkalpinang. Sebelum kejadian menimpa Ketua PN Sutaji, lima hari lalu kasus yang sama dialami Aman Pandamean yang bertugas di Kejaksaan Negeri Pangkalpinang.

Pencurian menimpa Aman terjadi di halaman Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Negara (DPPKAD) Kota Pangkalpinang, Senin (6/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketika Aman masuk ke dalam kantor DPPKAD, dua orang pria yang sebelumnya mengendarai Toyota Avanza hitam mendekati mobil Isuzu Panther pick up warna biru tua milik Aman yang berada di parkiran. Kedua pria ini turun dari kendaraannya dan sempat mengambil tas Aman yang ada di mobil. Tas tersebut belakangan ditemukan di dalam mobil Toyota Avanza pelat nomor BN 20XX AY yang ditumpangi pelaku.

Untungnya Aman sempat melihat aksi dua orang yang sedang mengincar mobilnya. Ia berteriak dan berusaha mengejar, akan tetapi dua pria itu berhasil kabur. Toyota Avanza yang diduga mobil rental ditinggalkan pelaku begitu saja di lokasi kejadian.

Sebelum memergoki pelaku, Aman sebenarnya merasa ada sebuah mobil berjalan di belakangnya sejak dari kantor kejaksaan hingga ke kantor DPPKAD. Akan tetapi, dia tak terlalu menaruh curiga.

Sehari setelah aksi pencurian menimpa Aman, tim gabungan Polres Pangkalpinang, Polsek Bukit Intan dan Polsek Taman Sari menangkap tiga spesialis pencurian dengan modus pecah kaca dan congkel pintu mobil. Ketiga pelaku Radi Nia Saputra (28), Rico Wijaya alias Dody (19) dan Ondika Siup Alias Andi, semuanya asal Kayu Agung, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.

Komplotan yang baru empat hari menginjakkan kaki di pulau Bangka ini terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melawan petugas yang akan menyergapnya di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Ampui, Kecamatan Pangkalbalam Pangkalpinang, Selasa (7/4) dini hari.

Tersangka Radi mengaku selama empat hari berada di Bangka dirinya telah tiga kali beraksi di wilayah hukum Polres Pangkalpinang. Sedangkan Ondika dan Dody masing-masing mengaku baru dua kali beraksi. Terakhir kawanan ini mencongkel mobil pick up milik Aman Pandamean pegawai Kejaksaan yang diparkir di halaman Kantor DPPKAD Pangkalpinang.
Disaat pihak kepolisian tengah mengembangkan kasus pencurian dengan pemberatan melibatkan Radi cs, kasus dengan modus serupa kembali terjadi di rumah dinas Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang. 

Penulis: Antoni Ramli
Editor: emil
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help