Harga Lada Tembus Rp 170 Ribu per Kilogram

Ditengah terpuruknya harga komoditas perkebunan seperti karet dan kelapa sawit, harga lada putih Bangka justru semakin menjanjikan.

Harga Lada Tembus Rp 170 Ribu per Kilogram
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Sahrul kini beralih jadi petani lada usai menekuni usaha tambang timah di lahan miliknya beberapa waktu silam. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ditengah terpuruknya harga komoditas perkebunan seperti karet dan kelapa sawit, harga lada putih Bangka justru semakin menjanjikan.

Pada minggu terakhir April 2015, harga lada bahkan berkibar dikisaran Rp 168.000/kg hingga Rp 170.000/kg.

Sayangnya tingginya harga lada ini tidak bisa dinikmati sepenuhnya petani lada Bangka karena saat ini bukan lagi musim panen dan kebanyakan petani sudah menjual ladanya saat panen awal tahun lalu.

"Ada kenaikan dikisaran Rp 168.000-170.000/kg. Ini dipengaruhi harga dollar yang juga sudah kembali mencapai 13.000‎," ungkap Ketua Badan Pengelolaan, Pengembangan dan pemasaran Lada (BP3L) Babel Zainal Arifin, Rabu (29/4).

Terpisah Kepala Desa Jeriji Kecamatan Toboali Darmadi Norman membenarkan harga lada saat ini berada di kisaran Rp 170.000/Kg.

"Tapi panen masih lama pak masih empat bulan lagi. Saat ini warga kita memang banyak kembali menanam lada dan belum banyak yang sudah menghasilkan," ungkapnya.

Sedangnya tokoh masyarakat Airbara Kecamatan Airgegas Fatoni mengungkapkan informasi yang ia peroleh dari pedagang pengumpul harga lada berada di kisaran Rp 167.000/kg.

"Kalau jual banyak berani beli Rp 167.000. Kita berharap harga lada tetap membaik karena inilah tumpuan masyarakat sekarang. Harapan kita pemerintah bisa mempertahankan harga lada minimal Rp 150.000/kg," imbuh Fatoni.(wan)

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved