Lada Babel Terancam Produk Lada Daerah Lain

Ketua Badan Pengelolaan, Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) Babel Zainal Arifin mengajak semua pihak terkait dari unsur pemerintah daerah

Lada Babel Terancam Produk Lada Daerah Lain
Bangkapos.com/Edi
Petani memetik lada di kebun lada Dusun Air Ruak Desa Simpang Tige Beltim, Senin (11/8).

‎Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ketua Badan Pengelolaan, Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) Babel Zainal Arifin mengajak semua pihak terkait dari unsur pemerintah daerah, dewan maupun swasta untuk duduk bersama menyikapi pengembangan lada oleh provinsi lain akhir-akhir ini.

Pihak BP3L sendiri mengaku tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan penuh stakeholder yang ada di Babel untuk menjaga kejayaan lada Babel.

Saat ini untuk pengembangan lada, provinsi Kaltim malah sudah meluncurkan benih unggulan lada nasional. Sementara kabupaten Purwakarta berencana menjadikan lada sebagai icon kabupaten tersebut.

"Mari kita duduk bersama, teknologi kita punya, brand kita punya. Jangan sampai kita berjuang hingga harga lada bagus malah orang lain menikmatinya," ungkap Ketua BP3L Babel Zainal Arifin, Rabu (29/4).

Menurutnya, pengembangan lada oleh daerah lain ada dampaknya dari segi kestabilan harga. Kendati Babel memiliki produk lada yang belum bisa disaingi mutunya dengan brand Muntok White Paper, pasokannya belum mampu memenuhi kebutuhan yang ada.

"Kalau tidak ada alternatif lain tentu yang ada juga digunakan. Takutnya bisa saja lada kita dioplos," jelasnya.(wan)

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved