Bandar Sabu-sabu Dibekuk Saat Hendak Makan Donat

Aparat Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus narkotika jenis sabu.

Bandar Sabu-sabu Dibekuk Saat Hendak Makan Donat
TRIBUNNEWS.COM/Glery Lazuardi
Aparat Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus narkotika jenis shabu. Dua pelaku R dan S diamankan beserta barang bukti seberat 509,41 gram sabu. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Aparat Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus narkotika jenis sabu.

Dua pelaku R dan S diamankan beserta barang bukti seberat 509,41 gram sabu.

Wadir Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Wahyu Bintono mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang disampaikan tentang peredaran tindak pidana narkotika oleh seseorang berinisial R.

Kemudian, aparat kepolisian melakukan lidik dengan cara Undercover Buy. Hingga akhirnya, pada Senin 4 Mei lalu diamankan seorang berinisial R di lampu merah Harmoni, Jalan Hayam Wuruk Gambir, Jakarta Pusat.

"Pada 4 Mei di Jalan Hayam Wuruk anggota berhasil mengamankan seorang tersangka R. Saat dilakukan penangkapan dan digeledah adanya paket sabu 400 gram," ujar AKBP Wahyu Bintono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Setelah pelaku berinisial R diinterogasi, aparat mengamankan seorang berinisial S di depan sebuah gerai donat Jalan Hayam Wuruk, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat.

"Dari tersangka yang diamankan, dikembangkan dan anggota menangkap tersangka lainnya berinisial S. Tersangka diamankan beserta barang bukti seberat 109 gr," kata dia.

Sementara itu, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Gembong Yudha, mengatakan para tersangka membagi narkoba tersebut ke dalam enam kampel plastik bening berukuran kecil.

Untuk mengelabuhi aparat kepolisian, plastik-plastik kecil tersebut beserta dengan satu plastik besar dimasukkan ke kaleng biskuit.

Lalu kaleng biskuit di bungkus plastik berlogo sebuah pusat perbelanjaan.

"Ini 6 paket sabu siap edar. Ada paket besar dimasukkan dalam kaleng. Kaleng dibungkus tas plastik matahari. Tas plastik matahari ditaruh di Dashboard mobil," ujarnya.

Para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati.

Aparat Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya masih mendalami kasus ini termasuk mencari bandar yang memberikan narkoba kepada kedua orang pelaku tersebut.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help