Bocah Lima Tahun Nasihati Pejabat Jangan Korupsi

Bocah lima tahun Syifa berani menasihati para pejabat di Bangka Belitung. Syifa melarang para pejabat melakukan korupsi. K

Bocah Lima Tahun Nasihati Pejabat Jangan Korupsi
Bangkapos.com/Dodi H
Syifa saat memberikan tausyiah di Kantor Redaksi Bangka Pos, Senin (11/5).

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dodi hendriyanto

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bocah lima tahun Syifa berani menasihati para pejabat di Bangka Belitung. Syifa melarang para pejabat melakukan korupsi. Karena tindakan korupsi telah mensengsarakan rakyat.

"Sekarang ini sudah sulit membedakan antara pejabat dan penjahat. Contohnya pejabat banyak yang korupsi, itukan namanya penjahat," ujar Syifa, saat menyampaikan tausyiahnya di hadapan wartawan Bangka Pos group, di Kantor Redaksi Bangka Pos Group di Pangkalpinang Bangka Belitung, Senin (11/5/2015).

Untuk menghindari agar tidak menjadi penjahat, Syifa menasihati semua masyarakat termasuk para pejabat untuk kembali kepada ajaran agama. Salah satunya menjadi Al Quran sebagai panduan hidup khususnya bagi umat Islam.

Semua pandangan tertuju ke arah Syifa, anak TK Muslimat NU Pangkalpinang. Sekitar lima menit, kata-kata yang keluar dari mulut Syifa seakan menghinoptis kru Bangka Pos.

"Jadi kalau kita mau selamat dunia dan akhirat, cintailah Alquran, pedomani isinya. Kenapa sekarang banyak maksiat, karena umat Islam jauh dari ajaran Alquran," kata Syifa.

Syifa yang sudah menghafal 4 juz Alquran itu, juga menyinggung perbedaan antara pejabat dan penjahat semakin tipis. Perilaku buruk umat manusia, ujarnya, lantaran lebih mencintai harta daripada kehidupan bahagia di akhirat.

Tausiyah singkat yang disampaikan Syifa, sebagai hadiah kedatangan rombongan TK Muslimat NU Pangkalpinang bersama kepala sekolah dan guru.

108 siswa memenuhi ruang redaksi sebagai bagian dari kunjungan lapangan sekolah yang berlokasi di Lontongpancur, Pangkalpinang itu.

"Syifa sebagai salah satu aset terbaik kami dan umat Islam. Dia lahir dari keluarga sederhana, namun nilai-nilai Islam sudah diajarkan orangtuanya sejak dini," ungkap Kepala TK Muslimat NU Siti Maryam.
Syifa dan keluarganya tinggal di Pondok Pesantren Darul Fatah, Bukit Merapin Pangkalpinang. Pesantren yang berdiri khusus untuk mendalami tahfiz Alquran itu sudah berdiri sekitar tiga tahun yang lalu.

Manajer Redaksi Bangka Pos Group, Dodi Hendriyanto yang menyambut kedatangan TK Muslimat NU tidak dapat berkata-kata melihat aksi Syifa.

Dia merasa haru dan bangga karena ada bibit-bibit penghafal Alquran di Babel. Dodi mengaku keluarga besar Bangka Pos Group, mendapat rezeki yang luar biasa hari ini.
"Ini rezeki yang luar biasa, meski isi ceramahnya biasa saja namun yang memberikan ceramah membuat kami sadar dan diingatkan lagi," ungkap Dodi dengan mata berkaca-kaca.

Bagaimana cara Syifa belajar Alquran? Apa yang dilakukan orangtuanya menyiapkan bekal bagi kedua anaknya sehingga mencintai Alquran, simak ulasannya edisi, Selasa (12/5/2015) di Bangka Pos Group. (*)

Penulis: Dody
Editor: emil
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved