Ditemukan Kupu-kupu Malam Bisa Melobangi dan Memotong Pohon

Mendengar istilah kupu-kupu malam, mungkin yang langsung terbayang adalah pekerja seks komersial yang biasa aktif di Jalan Gajah Mada

Ditemukan Kupu-kupu Malam Bisa Melobangi dan Memotong Pohon
Hari Sutrisno/LIPI
Ngengat dengan bintik hitam pada sayap dari Tambora. 

BANGKAPOS.COM - Mendengar istilah kupu-kupu malam, mungkin yang langsung terbayang adalah pekerja seks komersial yang biasa aktif di Jalan Gajah Mada atau sejumlah spot lainnya ketika malam.

Namun tahukah bahwa biologi sebenarnya juga mengenal kupu-kupu malam? Kupu-kupu malam dalam biologi adalah nama lain dari ngengat, serangga yang secara kekerabatan dekat dengan kupu-kupu.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lewat Ekspedisi NKRI bersama TNI pada April 2015 lalu mengungkap dua jenis kupu-kupu malam baru dari lingkungan Tambora, gunung yang pernah mengamuk 200 tahun lalu.

Hari Sutrisno, peneliti serangga LIPI yang terlibat dalam ekspedisi meyakini bahwa dua jenis kupu-kupu malam yang ditemukannya merupakan jenis baru. "Pola sisik sayapnya berbeda dengan jenis lainnya," katanya.

Dua ngengat itu masuk dalam genus Xyleutes. Spesies kupu-kupu malam pada genus tersebut tersebar ke penjuru dunia, mulai dari Indonesia, India, Australia, hingga Meksiko serta dikenal gemar menggorok dan mengebor batang pohon.

Salah satu spesies kupu-kupu malam yang ditemukan di Tambora dianggap baru karena punya bintik hitam besar pada sayapnya. Bintik hitam itu membuat sang kupu-kupu malam tampak seperti punya tahi lalat.

Satu spesies lain dianggap baru karena miskin sisik. Bila jenis Xyleutes lain punya sisik sempurna pada sayapnya, jenis yang ditemukan di Tambora ini tidak punya sisik pada bagian belakang sayap.

 

Hari Sutrisno/LIPI   Ngengat tanpa sisik pada bagian belakang sayap. Ngengat dari Tambora ini diyakini merupakan spesies baru.

Penemuan kupu-kupu malam jenis baru di Tambora menarik. Ekosistem gunung yang pernah meluluhlantakkan tiga kerajaan di sekitarnya itu belum pernah dieksplorasi secara mendalam. Temuan ini akan menambah data keanekaragaman hayati Tambora.

Namun, Hari mengatakan, temuan dua jenis baru itu harus diantisipasi. "Kita harus temukan host plant (tumbuhan inang) dari dua ngengat itu," jelasnya ketika berbincang dengan Kompas.com usai pemaparan hasil Ekspedisi NKRI di Tambora pada Selasa (12/5/2015).

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help