Harga Minyak Dunia Naik, Dollar AS Melemah

Harga minyak dunia naik pada perdagangan Selasa (12/5/2015) waktu setempat (Rabu pagi WIB).

Harga Minyak Dunia Naik, Dollar AS Melemah
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, NEW YORK - Harga minyak dunia naik pada perdagangan Selasa (12/5/2015) waktu setempat (Rabu pagi WIB). kenaikan didorong oleh melemahnya dollar AS. Pasar juga menunggu laporan persediaan minyak mentah terbaru Amerika Serikat.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, naik 1,50 dollar AS ditutup pada 60,75 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, patokan minyak dunia, menetap di 66,86 dollar AS per barrel di perdagangan London, naik 1,95 dollar AS dari penutupan Senin.

Kedua kontrak telah merosot pada Senin karena berlanjutnya kekhawatiran kelebihan pasokan global.

"Harga minyak mentah berbalik naik (rebound) kuat ... didukung oleh dolar AS yang lebih lemah, sementara investor tetap berhati-hati menjelang rilis laporan persediaan minyak mingguan," kata analis broker Sucden, Myrto Sokou.

Dolar diperdagangkan terhadap euro di 1,1221 dollar AS pada sore hari, turun dari 1,1154 dollar pada Senin sore di tengah aksi jual di pasar obligasi global. Melemahnya dollar AS cenderung membuat komoditas yang dihargakan dalam dollar seperti minyak mentah lebih menarik bagi pembeli.

Pasar minyak menunggu laporan mingguan pada Rabu tentang persediaan minyak AS dari Departemen Energi AS (DoE) untuk petunjuk tentang permintaan di konsumen minyak mentah terbesar dunia itu.

Pekan lalu, DoE secara tak terduga melaporkan penurunan pertama dalam stok minyak mentah komersial dalam 16 minggu, tetapi stok yang masih di 487,0 juta barrel, tetap pada tingkat tertinggi pada catatan sepanjang tahun ini.

Para analis memperkirakan penurunan lagi dalam laporan Rabu, dengan konsensus memperkirakan penurunan 500.000 barrel dalam pekan yang berakhir 8 Mei, menurut survei Bloomberg News.

Selain itu harga minyak juga naik karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) meningkatkan proyeksi permintaan dalam laporan bulanannya.

Halaman
12
Editor: emil
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help