Jangan Anggap Negatif Klub Sepeda Motor

Pencinta pengguna sepeda motor yang tergabung dalam satu wadah komunitas atau klub kerap dicap n

Jangan Anggap Negatif Klub Sepeda Motor
*/Kompas.com
Tim HVC Bekasi saat akan melakukan balap di Sentul 

BANGKAPOS.COM, BEKASI - Pencinta pengguna sepeda motor yang tergabung dalam satu wadah komunitas atau klub kerap dicap negatif oleh sebagian besar orang. Tapi, Honda Vario Club Bekasi (HVC Bekasi), berusaha mematahkan mitos itu lewat prestasi.

"Komunitas HVC Bekasi saat ini sudah tidak lagi dipandang sebagai club biasa. Hal tersebut pastinya karena prestasi yang kita pernah dapatkan, khususnya di dunia sepeda motor. Dan setiap anggota HVC bekasi memiliki kesempatan untuk itu, jika mereka mau," ujar Andika Saputra, Dewan Penasihat HVC Bekasi kepada Otomania, Jumat (15/5/2015).

Dika mengatakan beberapa prestasi pernah didapatkan HVC Bekasi, salah satunya di bidang balap sepeda motor matik yang kerap dihelat di Sirkuit Sentul Karting, Jawa Barat. Pada funrace yang diadakan D Event, Februari 2015 lalu, utusan HVC Bekasi berhasil finis di urutan kedua untuk kelas pemula, khsusus untuk skutik Honda. Kemudian di ajang lainnya untuk kelas FFA (free for all) berhasil finis di urutan pertama.

Selain di bidang balap, lanjut Dika, prestasi juga diperoleh dari jam terbang touring. "Kita ada empat anggota yang sudah sampai ke titik nol Pulau Sabang, hingga ke Flores. Kita menempati urutan ke dua setelah HVC Jakarta, untuk prestasi ini, Jakarta sudah sampai Timor Leste," kata Dika.

Hendika Putra, salah satu anggota HVC Bekasi mengatakan, keikutsertaanya di HVC Bekasi selain karena hobi menjelajah mengendarai sepeda motor, tap juga ingin mencetak rekor touring baru. "Hobi saya adalah menjelajah daerah baru, dan saya berharap bisa punya kesemoatan untuk ikut menyumbang prestasi bagi klub," ujar Hendika.
Berlatih

Bagi yang hobi balap dan ingin mengembangkan kemampuan, kata Dika, HVC Bekasi, setiap bulan pada Kamis dan Jumat berlatih balap di Sirkuit Sentul Karting, sehari penuh.

"Daripada mereka turun di jalanan ikut balap liar, yang tentunya tidak aman, Kita ke arah yan lebih positif. Dan untuk untuk mengasah kemampuan tersebut agar saat ajang balap utusan kami tidak malu-maluin," kata Dika.

Bagi yang berminat latihan bersama di Sentul setiap peserta wajib membayar iuran Rp 275.000.

Editor: emil
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved