Pesona Petrodollar Itu Terdapat di Kota Dubai

SEORANG teman pernah berkata, Dubai adalah kota yang membosankan. Hampir segalanya ada di

Pesona Petrodollar Itu Terdapat di Kota Dubai
Kompas.com
Kota Dubai 

SEORANG teman pernah berkata, Dubai adalah kota yang membosankan. Hampir segalanya ada di kota petrodollar tersebut, tetapi tak ada yang natural, kecuali gurun pasir dan udara panas. Sisanya adalah benda-benda buatan manusia, artifisial. Cerita itu terus membayang saat saya tiba di kota terpadat di Uni Emirat Arab itu, awal Mei lalu.

Satu hal langsung terbukti. Udara di Dubai benar-benas panas! Kamis (7/5/2015) siang itu, saat saya memutuskan berjalan-jalan menjelajah kawasan pusat kota, temperatur mencapai 40 derajat celsius.

Teman-teman menyarankan agar saya keluar saat sore atau malam hari saja saat suhu udara tak begitu panas. Namun, saya sengaja keluar di saat hari masih terang sehingga lebih leluasa mengambil foto-foto dengan bantuan cahaya matahari.

Saat itu kami berada di WTC Dubai, pada hari terakhir acara Arabian Trade Market Dubai 2015. Saya memutuskan untuk pergi ke Burj Khalifa, gedung pencakar langit tertinggi di dunia, yang menjadi ikon Dubai.

Kaki pun melangkah ke luar gedung menuju stasiun metro (metro station/MS) terdekat. WTC MS di Jalan Sheikh Zayed hanya berjarak sekitar 100 meter dari kompleks WTC.

Memasuki stasiun itu, kenyamanan udara sejuk dari pendingin udara terasa kembali dengan perlahan. Karena saat itu bukan jam pulang kantor, stasiun tampak lengang.

Tanpa menunggu lama, karcis kereta warna merah sudah di tangan. Untuk pergi ke MS terdekat dengan Burj Khalifa, saya membayar 6 dirham AED (Arab Emirati Dirham) atau sekitar Rp 21.000. Rinciannya, 2 AED untuk tarif dan 4 AED untuk kartunya.

Editor: emil
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help