Mahar 1 Kursi Rp 100 Juta

Politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP), Rina Tarol mengaku dapat tawaran dari orang yang

Mahar 1 Kursi Rp 100 Juta
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP), Rina Tarol mengaku dapat tawaran dari orang yang mengklaim perwakilan sebuah partai politik. Tawaran itu adalah kursi untuk mengikuti Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2015. Menurut Rina, uang Rp 100 juta menjadi mahar untuk satu kursi tersebut.

Pengakuan itu disampaikan Rina yang hadir pada diskusi terbatas di ruang Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), DPRD Bangka Belitung, Jumat (12/6). Kabar adanya mahar juga dilontarkan beberapa politisi dari partai lain yang hadir di acara yang sama.

"Alasan untuk survei lah, untuk mesin partailah. Kita memang harus membedakan cost (biaya) politik dan mahar politik," kata Rina, Jumat (12/6).

Diskusi terbatas tersebut juga dihadiri Ketua DPW PPP Babel, Eka Mulya Putra dan beberapa anggota fraksi PPP. Ada juga politisi partai Gerindra, Amin, dan Pengamat Politik, Bambang Ari. Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya sempat turut hadir selama beberapa menit.

Rina mengatakan jika memang ada partai politik yang memasang tarif Rp 100 juta per kursi, maka parti itu mengajarkan korupsi. Selain isu mahar, Rina menyebut ada pengusaha-pengusaha yang justru menjadi sponsor dalam Pilkada.

"Transaksinya antar pengusaha, jadi kan susah untuk mengendusnya. Apakah mungkin KPK harus ada untuk mengusut ini?" katanya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Babel, Tony Purnama mengaku khawatir terhadap isu mahar politik yang berkembang jelang Pilkada 2015. Menurutnya, mahar politik jelang Pilkada menjadi ancaman.

"Orang yang punya visi misi bagus yang bisa membangun terancam tidak bisa maju. Karen tidak punya uang untuk bayar ongkos politik," kata Tony.

Dia menyebut saat ini informasi yang berkembang cukup parah. Bahkan beberapa kandidat mengadukan banderol kereta yang ditawarkan dianggap berlebihan.

"Saya dengar ada yang pasang tarif Rp 250 juta. Bahkan pilih kandidat yang membayar paling besar," kata polisi PPP itu.

Halaman
12
Editor: emil
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help