Eksportir Indonesia Bisa Untung Besar saat Rupiah Melemah

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat dijadikan peluang bagi para eksportir

Eksportir Indonesia Bisa Untung Besar saat Rupiah Melemah
HERUDIN
Petugas teller menunjukkan uang rupiah di salah satu banking hall Permata Bank Syariah, di Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2013).

BANGKAPOS.COM, - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat dijadikan peluang bagi para eksportir. Meski kondisi neraca perdagangan tidak menentu, harga jual produk menjadi lebih kompetitif di pasar ekspor.

Salah satu jenis produk berkompeten dengan lahan ekspor saat ini adalah yang tinggi konten lokalnya. Produk-produk di bidang ekonomi kreatif, misalnya. Pengusaha dapat melirik bisnis ini untuk memperbaiki kondisi perekonomian di Indonesia. Bahkan, seperti dilansir Kompas.com, produk lokal dari daerah tertinggal pun laku di pasaran.

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar, konten lokal yang tinggi pada produk kerajinan lokal menjadikannya cukup marketable. Banyak daerah punya potensi ini.

Sayangnya, mengasah produk lokal bukan pekerjaan mudah. Banyak upaya harus dilakukan agar produk tersebut dapat bersaing di pasar internasional. Agar dapat merajai ekspor, Indonesia bukan hanya harus pintar menjaga mutu tapi juga melihat kebutuhan global.

Jangan Sepelekan

Suburnya lahan ekspor bagi produk lokal Indonesia sebenarnya didukung tren perilaku konsumtif masyarakat global terhadap produk ekonomi kreatif. Dengan pola perilaku ini, permintaan akan produk lokal harusnya terus meningkat.

Kebiasaan pebisnis ekonomi kreatif yang memasukkan unsur keunikan budaya serta daya kreatifitas yang tinggi pada setiap unsur, menjadikan produknya memiliki nilai jual. Oleh karena itu, pemerintah memberi dukungan dan kemudahan bagi pebisnis di lahan ekspor.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah sedang mengurangi defisit neraca perdagangan. Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro kepada Kompas.com (10/3/2015) pernah menuturkan, setidaknya ada empat langkah perlu disiapkan untuk menekan defisit neraca perdagangan. Intinya adalah kebijakan fiskal yang bisa digunakan untuk mendorong ekspor dan menekan impor. 

Salah satu kebijakannya, pemerintah mendorong ekspor dengan memberikan fasilitas tax allowance kepada perusahaan yang melakukan ekspor minimal 30 persen dari total produksinya. Ada empat jenis tax allowance, yakni pengurangan pajak penghasilan selama enam tahun, percepatan depresiasi dan amortasi, diskon tarif dividen menjadi 10 persen, serta lost carry forward dari 5 tahun menjadi 10 tahun.

Kini, tinggal pebisnis yang memanfaatkan peluang tersebut. Mereka perlu berupaya menjaga mutu produknya agar memiliki daya saing dan sesuai standardisasi agar kompetitif di pasar internasional.

Halaman
12
Tags
rupiah
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved