SMA Setia Budi Tak Batasi Waktu Penerimaan Siswa Baru

Setiap tahun ajaran pendidikan baru saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah swasta merasa harap-harap

SMA Setia Budi Tak Batasi Waktu Penerimaan Siswa Baru
Dian Rossana Anggaraini dengan piala Kalpataru yang dipegangnya, didampingi siswi SMA Setia Budi menggunakan becak hias, Senin (8/6/2015) diarak oleh para siswa dan guru SMA Setia Budi Sungailiat. (ist)

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Setiap tahun ajaran pendidikan baru saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah swasta merasa harap-harap cemas menunggu sisa penerimaan siswa yang tidak masuk ke sekolah negeri.

Seperti yang dialami SMA Setia Budi Sungailiat, kendati sekolah ini termasuk sekolah swasta favorit bahkan sekolah berprestasi dengan beragam penghargaan dari nasional hingga internasional, namun penerimaan siswa baru dibuka tanggal 29 Juni 2015 hingga saat ini baru sekitar tiga kelas yang terisi.

Sementara jumlah ruang lokal kelas satu sebanyak enam ruang sehingga masih ada tiga ruang kelas lagi yang belum terisi dengan jumlah total siswa baru sekitar 200 siswa.

"Penerimaan siswa baru ini sampai waktu yang tak terbatas. Selama masih ada siswa yang mau masuk kita terima. Karena kondisi sekolah swasta ini kritis dari tahun ke tahun trendnya saat penerimaan siswa baru menurun. Di SMP Setia Budi juga sekarang baru ada 18 siswa yang mendaftar," keluh Kepala SMA Setia Budi Sungailiat Fadhilah Imam, Sabtu (27/6/2015) kepada bangka pos.

Apalagi beberapa sekolah negeri menurutnya seperti SMAN 1 Sungailiat menambah ruang kelas, tambah siswa, dan fasilitas lainnya. Selain itu Pemkab Bangka juga menambah sekolah-sekolah negeri baru di kecamatan-kecamatan sehingga nasib sekolah swasta semakin kritis.

Ia menilai hidup atau tidaknya sekolah swasta ini tergantung kepada regulasi pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Bangka melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka.

"Semua ini tergabtung kepedulian pemda bagaimana kebijakan pemda dalam hal ini dinas pendidikan agar sekolah swasta tetap hidup. Sekolah negeri semakin bertambah, tambah hancurlah swasta ini," ungkap Imam.

Padahal lanjutnya sekolah swasta bisa tetap hidup dari penerimaan siswa baru sehingga sekolah ini bisa terus eksis.

Untuk biaya masuk ke SMA Setia Budi Sungailiat ia mengatakan jika dari SMP Setia Budi sebesar Rp 600.000 per siswa dan jika dari SMP luar sebesar Rp 1 juta yang gunakan operasional pendidikan yang diatur oleh pihak Yayasan Setia Budi Sungailiat.

Dia mengakui, masyarakat masih berpandangan untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri ketimbang sekolah swasta kendati kualitas sekolah swasta mempunyai mutu yang bagus.

Untuk itu ia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka lebih peduli terhadap nasib sekolah-sekolah swasta ini. Seperti sekolah SMA Setia Budi Sungailiat ini sudah lama berdiri sebelum adanya sekolah negeri.

"Kami berharap ada regulasi dari dinas pendidikan untuk sekolah swasta agar tetap hidup," harap Imam.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved