Bangka Pos

27 Ribu Bayi di Bangka Belitung Tunggu Jarum Suntik Imunisasi

hingga Jumat (3/7) lalu, Dinkes Babel masih menunggu proses pengadaan jarum suntik itu dari pemerintah pusat.

27 Ribu Bayi di Bangka Belitung Tunggu Jarum Suntik Imunisasi
www.tanyadok.com
ilustrasi bayi di imunisasi

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Sebanyak 27.164 bayi usai nol sampai 11 bulan di Bangka Belitung menanti kedatangan jarum suntik imunisasi dari Kementerian Kesehatan. Sementara ini, para bayi diimunisasi menggunakan jarum suntik yang diadakan melalui APBD Provinsi Babel.

Kasi Sepim Kesma (Imunisasi dan Kesehatan Masyarakat) Dinas Kesehatan Babel, M Henri mengaku tidak tahu penyebab keterlambatan penyaluran alat medis berupa jarum suntik dari Kementerian Kesehatan. Yang pasti, hingga Jumat (3/7) lalu, Dinkes Babel masih menunggu proses pengadaan jarum suntik itu dari pemerintah pusat.

"Kami tidak tahu persis permasalahan pengadaan itu, karena itu urusan dari Pemerintah pusat. Tapi bisa saja proses pengadaan itu tidak bisa buru-buru, takutnya kalau tidak benar akan tersangkut dengan hukum ," kata Hendri, pada akhir pekan lalu.

Berdasarkan data penduduk sasaran, per 1 Mei 2015, setidaknya ada 27.164 bayi usia nol hingga 11 bulan yang ada di Babel. Jumlah terbanyak ada di Kabupaten Bangka sebanyak 6.477 bayi.

Hendri menyebut Dinkes Babel berusaha memenuhi ketersediaan jarum suntik imunisasi lewat pengajuan pengadaan melalui dana APBD. Jika tidak ada halangan, pengadaan itu akan terealisi pada bulan ini.

"Mudah-mudahan bulan ini stok jarum suntik dari Pemerintah Provinsi sudah masuk. Tapi untuk pusat kami belum tahu, apa bulan Juli apa Agustus," ujarnya.

Minta ke Pangkalpinang
Jarum suntik imunisasi BCG termasuk jarum suntik yang ketersediaannya saat ini sangat terbatas. Setidaknya demikian diakui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Pangkalpinang, Suprihatin.
Dia menyebut jarum suntik imunisasi BCG adalah jarum untuk dosis 0,05. Imunisasi BCG diperuntukkan bayi usia satu bulan.

"Kalau di kita tebatas yang 0,05 untuk BCG, yang lain banyak, bahkan dari Bateng dan Babar mau pinjam ke kita. Untuk keterbatasan itu memang dari provinsi, karena semua sarana dan prasarana dibantu provinsi, sampai saat ini kita masih nunggu konfirmasi provinsi, yang lain bisa namun untuk BCG menunggu," kata Suprihatin, Jumat (3/7).

Dinas Kesehatan Pangkalpinang mencatat ada 4.093 jumlah anak di Ibukota Provinsi Babel yang wajib di imunisasi. Jumlah tersebut terbagi menjadi 2.169 laki-laki dan 1.924 perempuan.

Suprihatin menjelaskan sebanyak 1.898 bayi telah diimunisasi per Mei 2015. Bayi-bayi tersebut, katanya, melakukan imunisasi di posyandu, bidan dan puskesmas.

Suprihatin menargetkan pada akhir tahun 2015 ini semua anak di Pangkalpinang sudah diimunisasi semua. Target ini menurutnya dapat tercapai, sebab belum enam bulan angka imunisasi sudah hampir mencapai 50 persen.

"Yang belum mendapatkan imunisasi akan diimunisasi, semua akan diimunisasi, mungkin berbeda tempat mendapatkannya saja, mungkin di posyadu, bidan dan puskesmas. Akhir tahun ini kita targetkan 100 persen, sebab belum pertengahan tahun sudah 46,03 persen sudah diimunisasi," ujarnya.

Suprihatin menjelaskan ada berbagai macam imunisasi yang dilakukan kepada anak. Pada umur 0 bulan anak akan di imuniasi hepatitis BO, pada umur satu bulan imunisasi BCG, polio 1, umur dua bulan DPT-HB-Hib 1 polio 2, umur tiga bulan DPT-HB-Hib 2 Polio 3, umur empat bulan DPT-HB-Hib 3, polio 4 dan umur sembilan bulan diimunisasi campak.

"Semua anak usia dibawah setahun batas sembilan bulan wajib di imunisasi, kalau terlambat efektifitas dari obat vaksin itu terhadap bayi kurang efektif, bagusnya dilaksnakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan atay pas waktu," kata Suprihatin didampingi pengelola program, Juliana Mirna. (l4/n5)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved