Revolusi Inter: Uang Bukan Segalanya? (2)

Antusiasme seperti yang kini terjadi adalah cara terbaik bagi Inter buat mengawali musim baru

Revolusi Inter: Uang Bukan Segalanya? (2)
Claudio Villa/Getty Images
Erick Thohir dan Massimo Moratti. 

BANGKAPOS.COM, MILAN -- Manajemen Internazionale bentukan Erick Thohir menyatakan secara tegas musim 2015/16 sebagai start rezim yang baru, bukan pada 2014/15 lantaran pergantian pelatih terjadi di tengah kompetisi.

"Antusiasme seperti yang kini terjadi adalah cara terbaik bagi Inter buat mengawali musim baru," kata eks presiden Inter, Massimo Moratti, kepada Tuttosport. Start baik yang dimaksud Moratti berkaca pada kesuksesan Inter memboyong Geoffrey Kondogbia musim panas ini.

Secara total, Inter menginvestasikan 40 juta euro untuk mencaplok gelandang belia Prancis itu dari Monaco. Tambahkan ekstra biaya buat mengamankan Jeison Murillo (10 juta euro) dan Joao Miranda (14,5), La Beneamata di atas kertas menghabiskan 64,5 juta euro sebelum memasuki Juli.

Nilai itu berarti nyaris satu triliun rupiah! Hitung-hitungan belum kelar. Mengacu pada data Transfermarkt, Inter juga mengeluarkan duit buat bea permanen transfer pinjaman Xherdan Shaqiri (16) serta Davide Santon (3,7). Artinya, sebanyak 84,2 juta euro dikeluarkan manajemen Thohir pada titik ini. Jumlah itu masih akan terus bertambah mengingat Roberto Mancini masih akan melengkapi skuat dengan pemain anyar berharga tidak murah.

Sumber: Bola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved