Hancur Kami Kalau Harga Daging Rp 96.000

Mereka terkejut adanya kebijakan tersebut karena tidak mungkin menjual harga daging di bawah harga pasaran

Hancur Kami Kalau Harga Daging Rp 96.000
bangkapos.com/nurhayati
: Suraji pedagang daging sapi di Pasar Kite Sungailiat saat berjualan daging, Sabtu (11/7/2015) di Pasar Kite Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Para pedagang daging di Pasar Kite Sungailiat belum mengetahui adanya intruksi Kementerian Perdagangan (Kemendag) menginstruksikan produsen daging sapi menjaga harga daging dipasaran dengan menetapkan harga sebesar Rp 96.000 perkilogram.

Mereka terkejut adanya kebijakan tersebut karena tidak mungkin menjual harga daging di bawah harga pasaran karena modal membeli daging saja sudah sebesar Rp 100.000 perkilogram.

"Hancur kami kalau harga daging Rp 96.000 perkilogram. Modal ge lah 100.000 perkilogram," ungkap Suraji yang baru tiga tahun berdagang daging sapi kepada bangkapos.com, Sabtu (11/7/2015) di Pasar Kite Sungailiat.

Menurutnya daging sapi yang mereka jual berasal sapi lokal. Dia menilai masyarakat sekarang mau melihat fisik bagian tubuh sapinya karena khawatir tertipu.

"Jadi kami jual digantung ade kakinya, ekornya jadi masyarakat yakin lihat sendiri memang daging sapi bukan daging oplosan," ungkap Suraji.

Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi pada saat lebaran ini mereka mendatangkan sapi dari Lampung. Biasanya sembilan ekor untuk stok empat atau lima hari dimana mereka menyembelih sendiri sapi-sapi tersebut.

Penulis: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help