Penjual Daging di Pangkalpinang Tantang Menteri

"Ancok gawe ne (hancur kerja ni-red) men harga daging Rp 96.000 perkilogram."

Penjual Daging di Pangkalpinang Tantang Menteri
Antara/M. Agung Rajasa
Pedagang Daging 

- Kemendag Terbitkan Instruksi Harga Daging Sapi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penjual daging sapi di Pangkalpinang kesal. Bahkan satu diantaranya menantang Menteri Perdagangan Rahmat Gobel untuk datang langsung ke pasar tersebut.

Para pedagang itu memrotes instruksi Kementerian Perdagangan untuk menjual daging sapi pada kisaran harga Rp 89.000 sampai Rp 96.000 per kilogram.

Instruksi itu disebut berlaku mulai H-22 hingga H+2 Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah.

"Suruh dia (menteri perdagangan) ke sini, lihat langsung bagaimana prosesnya jangan cuma bisa ngomong dan buat aturan sendiri," kata Iwan, pedagang daging sapi di Pasar Pangkalpinang, Sabtu (11/7).

Menurut Iwan, daging sapi tidak bisa dijual di kisaran harga yang disebut dalam instruksi yang tertuang dalam Surat Menteri Perdagangan Nomor 506/M-DAG/SD/6/2015 tentang Instruksi Harga Jual Daging Sapi dalam rangka Puasa dan Lebaran 2015.

Jika menjual dengan kisaran harga tersebut, Iwan mengaku pedagang pasti rugi.

"Modalnya saja 100-an ribu masa harus jual di bawah itu bisa habis isi rumah, saya tidak mungkin menurunkan harga daging dibawah modal. Menteri itu jangan asal bikin keputusan," ungkap Iwan.

Ia menambahkan kebanyakan daging yang beredar di Bangka berasal dari luar sehingga memerlukan biaya lebih.

"Rata-rata di sini (daging) dari Lampung dan jawa jadi perlu ongkos kirim. Belum lagi saat bawa ke sini ada yang mati saat ombak besar, apa dia (menteri perdagangan) mikir sampai ke situ," katanya.

Pria yang sudah berjualan lebih dari 5 tahun di pasar tersebut mengatakan untuk berjualan daging harus lebih cermat karena jika salah maka akan rugi.

"Lihat saja dalam daging sapi tersebut kita harus buang lemak-lemaknya, itu sudah berapa kilo yang kita buang. Ususnya juga pasti dibuang. Siapa yang mau beli barang-barang tersebut di musim seperti ini," jelasnya.

Ungkapan protes juga disampaikan Suraji, pedagang daging sapi di Pasar Kite, Sungailiat, Kabupaten Bangka. Dia terkejut saat mendengar adanya instruksi Kemendag tentang harga jual daging sapi.

"Ancok gawe ne (hancur kerja ni-red) men harga daging Rp 96.000 perkilogram. Modal ge lah 100.000 perkilogram," kata Suraji yang baru tiga tahun berdagang daging sapi di Pasar Kite Sungailiat. (n5/chy)

Simak berita selengkapnya di Harian Bangka Pos edisi hari ini, Senin 13 Juli 2015.

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved