Menangis Lihat Dua Bocah Hidup Mengenaskan di Kandang Anjing

Dua orang anak-anak di kota Nanjing, provinsi Jiangsu ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. Mereka tinggal di dalam kandang anjing

Menangis Lihat Dua Bocah Hidup Mengenaskan di Kandang Anjing
CEN/Mirror
Dua orang bocah di kota Nanjing, China ditemukan hidup di dalam kandang anjing 

BANGKAPOS.COM, BEIJING,  - Dua orang anak-anak di kota Nanjing, provinsi Jiangsu ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. Mereka tinggal di dalam kandang anjing setelah orangtua mereka bercerai, menikah lagi dan kini tinggal di kota lain.

Kedua bocah laki-laki dan perempuan yang tak disebutkan namanya itu berusia enam dan empat tahun dan menurut warga setempat mereka berasal dari provinsi Anhui. Setelah ditinggal kedua orangtuanya, kedua bocah ini tinggal bersama sang kakek, Yu Congqiu, yang mencari nafkah dengan cara beternak anjing.

Dengan pendapatan yang rendah dan tak memiliki rumah yang layak, Yu mengatakan dia harus mengunci kedua bocah itu di dalam kandang anjing dengan alasan keamanan. Melihat kondisi itu, para tetangga berulang kali mendesak sang kakek untuk mengirim bocah itu ke tempat penampungan anak telantar.

"Bau di sekitar kandang itu sangat busuk, seluruh tempat itu dipenuhi sampah dan kotoran anjing. Lalat dan nyamuk beterbangan dan saat mereka mendapatkan makanan, mereka harus berebut dengan anjing-anjing itu," ujar Jun Teng, seorang tetangga kepada media setempat.

"Bahkan kerap terlihat kedua bocah itu minum air hujan yang menggenang di tanah," tambah Jun Teng.

Meski didesak para tetangga untuk mengirimkan kedua bocah itu ke tempat penampungan, sang kakek bergeming. Dia tetap memutuskan memelihara kedua cucunya di tempat dia memelihara anjing.

Para sukarelawan setempat sudah menyumbangkan makanan dan pakaian untuk kedua anak itu. Namun mereka tak bisa mengambil kedua bocah tersebut tanpa intervensi pemerintah setempat.

Sejumlah organisasi amal berharap komunitas setempat turut membantu untuk meningkatkan taraf hidup kedua bocah kakak beradik itu.

Kelompok sukarelawan juga berhasil membuat ayah dan kakek kedua bocah itu untuk mengisi formulis yang dibutuhkan untuk mengembalikan mereka ke provinsi Anhui, sehingga kedua anak itu bisa mendapatkan bantuan pemerintah.

Pemerintah setempat awalnya menolak untuk berkomentar terkait masalah ini. Namun, begitu kisah sedih kedua bocah itu menyebar di media sosial nampaknya kedua anak itu kini sudah mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak setelah mendapatkan perawatan.

Sumber : Mirror

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved