BangkaPos/

Bobot ATM dan Ruko, Betis Antoni Cs Ditembus Peluru Polisi

Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polresta Palembang, kembali mengamankan dua orang pelaku pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM)

Bobot ATM dan Ruko, Betis Antoni Cs Ditembus Peluru Polisi
jateng.tribunnews.com
Ilustrasi Pembobol ATM

PALEMBANG, BN - Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polresta Palembang, kembali mengamankan dua orang pelaku pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan ruko yang marak beraksi dikota Palembang.

Mereka ialah Antoni (28) warga Kabupaten Rejang Lebong Kota Curup Provinsi Bengkulu serta rekannya Faijar (30) warga Kecamatan Seberang Ulu (SU) 2, Palembang.

Mereka diamankan saat keduanya berada di kediaman fajar, Jumat (31/7) dini hari kemarin. Tak hanya harus merasakan dinginnya sel tahanan Polresta Palembang, keduanya pun harus menahan sakit di kakinya, usai merasakan timah panas anggota kepolisian.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi SIk mengatakan, setelah melakukan pendalam dan penyelidikan atas laporan yang masuk ke Polresta Palembang sehingga kedua pelaku ini berhasil diamankan. Keduanya merupakan pelaku yang terlibat pembobolan Showroom dan gudang beberapa waktu yang lalu.

"Pelaku ini merupakan hasil pengembangan kasus pembobolan yang pelaku sudah tertangkap kemarin. Yang ditangkap ini masuk daftar pencarian orang (DPO) dan ternyata masih beraksi dikota Palembang. Kita masih kembangkan dan proses bilamana ada kawanan lainnya," ujarnya.

Selain terlibat kasus pembobolan ATM dan Ruko, para pelaku ini pun terlibat beberapa kasus penjambretan yang sering beraksi di Kota Palembang. Bersama pelaku polisi ikut mengamankan barang bukti berupa dua buah sepeda motor untuk melancarkan aksinya dan motor lainnya, yang merupakan hasil aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

"Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara," katanya.

Antoni mengaku, dalam menjalankan aksi kejahatan dia bekerjasama dengan pelaku lain, yakni Boby dan Herman yang telah lebih dulu ditamankan petugas.

"Waktu bobol ruko, setahu saya ada mesin pompa air. Saya dan Faijar tidak dikasih uang" ujarnya.

Sementara Faijar mengaku, sebelum diamankan ia dan Antoni akan berniat melakukan aksi kejahatannya lagi, namun belum sempat beraksi, dirinya keburu dicokok polisi.

"Mau muter-muter rencananya, nyari target, malah diamankan," ujar residivis kasus pembobolan bank ini.(sripo)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help