BangkaPos/

Eksportir Timah Tak Bisa Berdagang Tanpa Persetujuan

Sampai hari ini 30 Juli, belum ada member yang menyampaikan sudah memiliki PE,

Eksportir Timah Tak Bisa Berdagang Tanpa Persetujuan
Bangka Pos
Ilustrasi

- Pemberlakuan Permendag Nomor 33 Tahun 2015
- Ismiryadi: Pengusaha Bingung

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI/ICDX) memastikan perusahaan yang tidak memiliki persetujuan ekspor (PE) tak bisa berdagang di bursa. Syarat itu mutlak dipenuhi sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33 Tahun 2015 yang berlaku mulai hari ini, Sabtu (1/8).

Demikian disampaikan Komisaris ICDX, Fenny Widjaja, Jumat (31/7). "Karena sifatnya kami bursa, jadi menerima laporan mereka (smelter). Sampai hari ini 30 Juli, belum ada member yang menyampaikan sudah memiliki PE," kata Fenny.

Ia mengatakan tanpa PE, bursa tidak melayani transaksi anggotanya itu. Menurutnya jika dituruti maka akan melanggar ketentuan. "Kalau tidak punya PE, berarti tidak bisa berdagang. Memang harus dipenuhi dulu, itu aturan pemerintah," ujarnya.

Ketua Asosiasi Industri Timah Indonesia (AITI) Ismiryadi mengatakan eksportir timah di Bangka Belitung kebingungan. Belum satupun dari anggotanya mendapatkan PE.

"Bagaimana PE itu, kami belum mendapatkan juknisnya. Itu dikeluarkan rekomendasinya Dirjen Minerba Kementerian ESDM dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag. Kalau tetap seperti itu, tidak bisa ekspor," kata Ismiryadi.

Ia mengatakan beberapa pengusaha yang ingin ekspor kebingungan. "Mereka bingung, aturan terlalu sering berubah," katanya.

Ismiryadi mengatakan untuk mendapatkan PE, smelter harus memiliki sertifikat Clear and Clean (CnC). Sementara beberapa smelter IUP nya sebagian masih belum keluar sertifikatnya.

"Ada yang sudah mengajukan, tetapi untuk dapatkan sertifikat CnC itu perlu waktu. Dengan kondisi seperti ini, Juknis yang tak jelas, harusnya tidak perlu PE, cukup sebagai Eksportir Terdata (ET) saja bisa ekspor," kata Ismiryadi.

Pada Permendag nomor 33 Tahun 2015 tentang aturan ekspor, perusahaan dapat menggelar ekspor harus memiliki sertifikat CnC bertujuan untuk ketelusuran asal barang; Asal usul bijih timah.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help