Kecewa BPJS Anggota Dewan Ini Setuju dengan MUI

Ketika ia membawa keluarga berobat ke RSUD ternyata menurut dokter pasien tersebut penyakitnya dinyatakan tidak masuk kategori pengobatan BPJS

Kecewa BPJS Anggota Dewan Ini Setuju dengan MUI
Bangka Pos/ Nurhayati
Anggota DPRD Bangka, Usnen 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bangka Usnen setuju dengan pendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sejahtera (BPJS) yang dinilai tidak sesuai syariat Islam.

"Kalau saya secara pribadi sangat setuju dengan apa yang dikeluarkan MUI terhadap BPJS karena saya mengalami pelaksanaan realisasi di lapangan sangat kecewa. Setiap masyarakat yang datang ke rumah sakit ada kategori yang ditanggung dan tidak ditanggung BPJS," sesal Politisi PDIP yang duduk di Komisi A membidangi kesehatan ini, Sabtu (1/8/2015).

Ketika ia membawa keluarga berobat ke RSUD Sungailiat ternyata menurut dokter pasien tersebut penyakitnya dinyatakan tidak masuk kategori pengobatan BPJS sehingga harus bayar.

"Untungnya saya bawa duit kalau masyarakat yang tidak punya uang bagaimana. Begitu yang terjadi dilapangan," kata Usnen kecewa.

Seharusnya menurut Usnen, masyarakat sudah bayar BPJS, penyakit apa pun harus ditanggung BPJS karena sudah sewajarnya dan resiko BPJS sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sejahtera, apalagi milik negara.

"BPJS ini merupakan kewajiban yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat terhadap seluruh masyarakat Indonesia sehingga tidak ada pilihan lagi oleh masyarakat bahwa masyarakat bagaimana pun harus ikut BPJS," sesal Usnen.

Penulis: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help