BangkaPos/

Kerjasama Dengan Oknum TNI, IRT Tipu Bos Rental Mobil

Warga yang membuka bisnis rental mobil hendaknya berhati-hati. Pasalnya, dengan modus baru kawanan pelaku kejahatan

Kerjasama Dengan Oknum TNI, IRT Tipu Bos Rental Mobil
Tribunsumsel.com/Edison
Pelaku Hj Leti ketika diamankan di Mapolsek Prabumulih Timur. 

PRABUMULIH, BN – Warga yang membuka bisnis rental mobil hendaknya berhati-hati. Pasalnya, dengan modus baru kawanan pelaku kejahatan diduga bekerjasama dengan oknum tentara melakukan aksi sengaja merental mobil.

Selanjutnya, mobil pura-pura digadaikan ke oknum tentara senilai Rp 25 juta lalu kemudian oknum itu meminta tebusan Rp 30 juta.

Beruntung, modus kejahatan tersebut terbongkar berkat laporan korban yakni Haryono (34), warga Perumnas II Cendrawasih Jalan Sumatera Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Tidak hanya membongkar modus baru itu, petugas Polsek Prabumulih Timur juga berhasil meringkus satu diantara pelaku yakni Hj Leti Rodiah alias Mahdalena (53), warga Kelurahan Cambai. Sementara tiga pelaku lain masing-masing, Sri, Sanah, Rema serta oknum TNI masih dalam pengejaran petugas kepolisian.

Tim Buser unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur pimpinan Kapolsek, Iptu Sugeng Pranoto meringkus wanita yang mempunyai lima tersebut di kediamannya, pada Kamis (30/7) sekitar pukul 20.00.

Penangkapan terhadap Hj Leti sendiri bermula dari laporan korban Haryono ke Polsek Prabumulih Timur. Haryono mengaku mobil Avanza berpelat nomor polisi (Nopol) BG 14XX QG miliknya yang direntalkan kepada Hj Leti dan tiga temannya yakni Sri, Sanah dan Rema telah digadaikan kepada oknum TNI berinisial SU, warga Gelumbang senilai Rp 25 juta.

Mobil sendiri dirental para pelaku untuk dibawa ke Jakarta, namun setelah 11 hari mobil ditemukan dikemudikan SU dan setelah ditanya telah digadaikan dan oknum tersebut meminta Rp 30 juta jika ingin mobil tersebut kembali.

Dihadapan petugas, Leti membantah ikut melakukan penipuan dan penggelapan. Menurut wanita bertubuh bongsor itu, kejadian bermula ketika pada Kamis (15/6) lalu dirinya di telpon Sri meminta menjadi sopir mobil yang akan mereka sewa.

“Awalnya saya menolak namun Sri selalu memaksa, hingga pada hari itu mereka menjebak Haryono dan merental mobil Rp 400 ribu lalu menggadaikannya, saya tidak tahu apa modus dilakukan mereka karena saya hanya sebagai sopir,” ungkap Leti.

Menurut Leti, mobil tersebut kemudian digadaikan ke oknum TNI berinisial SU, lalu pihaknya mendapat uang sebesar Rp 25 juta dan dirinya mendapat bagian sebesar Rp 900 ribu dari menjadi sopir sementara, sisanya di tiga pelaku. (tribun sumsel)

Terancam Penjara Empat Tahun

KAPOLRES Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa Sik MTCP melalui Kapolsek Prabumulih Timur, Iptu Sugeng Pranoto ketika diwawancarai mengatakan, pelaku diamankan di kediamannya sementara pelaku lain buron begitupun oknum TNI masih belum dimintai keterangan.

“Kita terus melakukan pengembangan terkait kasus ini, satu pelaku telah kita amankan. Dugaan kita perbuatan ini sudah sering dilakukan berkerjasama dengan oknum Koramil Gelumbang. Modusnya diduga pura-pura menggadaikan selanjutnya korban diarahkan menebus ke tentara,” tegasnya seraya mengatakan pelaku akan dijerat Pasal 378 dan Pasal 372 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukumannya 4 tahun penjara.(tribun sumsel)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help