BangkaPos/

Lion Air Hengkang dari INACA

Kabar mengejutkan datang dari Asosiasi Perusahaan Penerbangan Sipil Nasional Indonesia (INACA).

Lion Air Hengkang dari INACA
TRIBUN/DANY PERMANA
Pesawat milik maskapai penerbangan nasional Lion Air tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (26/5/2013). Untuk menjadikan Soekarno-Hatta sebagai bandara kelas dunia PT Angkasa Pura (AP) II akan membangun fasilitas baru yaitu stasiun kereta bandara, Mass Rapid Transit (MRT) di seputaran bandara, dan perluasan terminal, serta parkir pesawat di Terminal 3.

JAKARTA, BANGKA POS - Kabar mengejutkan datang dari Asosiasi Perusahaan Penerbangan Sipil Nasional Indonesia (INACA). Ketua INACA Arif Wibowo memastikan Lion Air hengkang dari keanggotaan INACA.

"Iya benar (Lion Air keluar dari INACA)," ujar Arif di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (31/7).

Direktur Utama Garuda Indonesia ini enggan membeberkan alasan Lion Air hengkang dari INACA. Ia menyerahkan masalah itu ke pihak Lion Air.

"Oh, tanya ke Lion-lah. Tanya ke Lion, kok ke saya," katanya.

Direktur Oprasional dan Airport Service Lion Air Daniel Putut mengamini perihal Lion Air yang hengkang dari INACA. Namun demikian, Ia memilih mengunci rapat-rapat alasan hengkangnya Lion Air dari INACA.

"Iya betul, tetapi saya tidak bisa menjelaskan karena bukan kewenangan saya, itu urusan Pak Edo (Direktur Umum Lion Air Edward Sirait)," ucapnya.

Sebelumnya, INACA sempat mendesak pemerintah memberi bantuan konkret kepada dunia penerbangan di Indonesia. Sebab, 13 maskapai penerbangan kini mengantongi ekuitas negatif.

Sekretaris Jenderal INACA Tengku Burhanuddin menjelaskan, kondisi dunia penerbangan Indonesia saat ini belum menggembirakan. Maskapai penerbangan masih harus membeli avtur yang lebih mahal dibandingkan negara lain. Selain itu, dunia penerbangan masih dibebani bea masuk (BM) suku cadang pesawat yang berkisar 7-10 persen dan nilai tukar rupiah yang terus melemah.

Maskapai juga menghadapi kerugian-kerugian dari kejadian-kejadian seperti kebakaran di Bandar Udara Soekarno-Hatta dan debu vulkanik Gunung Raung yang membuat sejumlah penerbangan dibatalkan.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan, Kemenhub akan membantu maskapai yang mengalami kesulitan finansial dalam menyusun rencana bisnis sesuai kapasitas finansial perusahaan. "Kami akan membantu agar ekspansi bisnis perusahaan tetap wajar sesuai kemampuan," katanya.

Kemenhub memberikan waktu hingga 31 Juli kepada manajemen maskapai untuk memperbaiki kondisi keuangan. (tribunnews/kps/jar)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help