BangkaPos/

Pengangguran Masih Tinggi di Bateng

Tiga fraksi di DPRD Bateng menilai, LKPj AMJ Bupati itu secara umum sudah cukup bagus.

Pengangguran Masih Tinggi di Bateng
bangkapos.com/dok
Puluhan mantan karyawan PT Koba Tin, dikoordinasi PUK SPSI PT Koba Tin, mengelar pertemuan di Gedung MPH PT Koba Tin, ketika membahas soal pengawasan pengangkutan Stock Intermediate di PT Koba Tin, Rabu (08/01/2014).

*  Akibat Tak Beroperasinya Koba Tin
* Harus Jadi Perhatian Serius Bagi Pemerintah

KOBA, BANGKA POS -Rapat paripurna khusus dengan agenda pandangan akhir fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPj AMJ) Bupati Bangka Tengah (Bateng) periode 2010-2015 digelar di gedung DPRD setempat, Selasa (28/7).

Tiga fraksi di DPRD Bateng menilai, LKPj AMJ Bupati itu secara umum sudah cukup bagus. Namun, menurut ketiga fraksi ini, ada beberapa hal yang perlu disikapi secara serius.

Ketiga fraksi tersebut adalah Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), dan Fraksi Gerakan Keadilan.

Fraksi PDIP menyoroti berbagai persoalan. Satu di antaranya masih tingginya angka pengangguran di Bateng menyusul tidak beroperasinya perusahaan tambang besar, seperti PT Koba Tin.

"Masalah pengangguran ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Bagaimana cara mengatasi dan membuka lapangan pekerjaan seperti visi dan misi sebelumnya," kata politisi PDIP, Syamsu Hairil.

Fraksi Gerakan Keadilan menilai, Pemkab Bateng masih lemah dalam hal perencanaan pembangunan. Terutama mengenai skala prioritas pembangunan fisik, sarana maupun fasilitas yang dapat mestimulasi pertumbuhan perekonomian masyarakat Bateng.

"Contohnya, pembangunan gedung serba guna di Sungaiselan yang jauh dari permukiman masyarakat. Pembangunan lapangan bola di Lubuk Besar. Padahal, lapangan tersebut sudah bagus, tetapi diperbaiki lagi namun tidak selesai," kata Ketua Fraksi Gerakan Keadilan, Pahlivi Syahrun.

Selain itu, lanjut Pahlivi, pengembangan sektor pariwisata di Bateng perlu dikaji kembali. Sebab, pengembangan sektor tersebut masih jalan di tempat, belum terintegrasi, dan belum terlihat.

"Seperti di Kurau, kita ketahui memiliki potensi pariwisata bagus, (karena ada--red) Pulau Ketawai. Belum wisata kulinernya. Padahal, dulu Pulau Ketawai digembar-gemborkan tapi sampai sekarang belum terlihat, dan bagaimana kejelasannya. Kami juga melihat antara dinas terkait dengan dinas lainnya kebersamaannya belum terbangun dengan baik," ujarnya.

Fraksi PAN juga menyoroti berbagai program yang ada di Bateng. Satu di antaranya program bantuan daging sapi kepada masyarakat. "Informasi yang kami terima, daging yang didistribusikan itu sudah tidak bagus lagi, seperti yang kami ketahui ada di Cambai, Jelutung, Mesu Timur dan Barat," kata Herman dari Fraksi PAN.

Bupati Bateng Erzaldi Rosman menjawab berbagai kritikan terhadap LKPj AMJ tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah membuat perencanaan terkait struktur yang sudah semakin kompleks di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Bateng.

"Rencananya akan dipecah menjadi dinas pendapatan, dinas pengelolaan aset, dan dinas keuangan. Ini dalam rangka memperbaiki sistem kita sehingga sistem kita lebih kuat dan lebih cepat dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal dengan asas efisien, efektif, dan tepat guna," kata Erzaldi. (zky)

Penulis: zulkodri
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help