BangkaPos/

Tergiur Gaji Rp 5 Juta, Gadis Kendal Dijadikan PSK di Malaysia

Tiga orang remaja perempuan, yakni DI (15), RI (14), dan WI (sudah pernah menikah), warga Desa Ngampel Kulon, Kecamatan Ngampel

Tergiur Gaji Rp 5 Juta, Gadis Kendal Dijadikan PSK di Malaysia
surya/habibur rohman
ILUSTRASI

KENDAL, BN - Tiga orang remaja perempuan, yakni DI (15), RI (14), dan WI (sudah pernah menikah), warga Desa Ngampel Kulon, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah harus menanggung kecewa.

Iming-iming bekerja pada sebuah salon di Malaysia dengan gaji Rp 5 juta per bulan ternyata hanya tipuan. Mereka merupakan korban human trafficking yang dipaksa menjadi pekerja prostitusi di negeri jiran.

Ketiga remaja itu ditipu oleh tersangka Mujinah, serta LL dan ST, keduanya pasangan suami istri. Alih-alih menjadi kapster salon, di Malaysia mereka justru dipaksa melayani pelanggan, awal tahun ini.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal, Yeni Andriyani, mengungkapkan kronologi kasus tersebut saat ditemui di kantornya, Kamis (30/7).

Yeni mengatakan, kejadian tersebut berawal pada pertengahan Januari 2015, saat pasangan suami istri, LL-ST, mencari orang yang bersedia untuk dipekerjakan di Malaysia. Keduanya kemudian bertemu dengan terdakwa Mujinah, yang bersedia mencarikan orang yang dimaksud.

Seminggu kemudian, Mujinah lalu mempertemukan pasutri LL-ST dengan DI dan RI, yang tergiur tawaran tersebut dan bersedia untuk dipekerjakan di Malaysia. ST kemudian memberikan Rp 1 juta kepada Mujinah, sebagai imbalan mencarikan orang tersebut.

"Awalnya ada dua orang yang bersedia untuk dipekerjakan di Malaysia. Namun, di tempat yang sama, Abdul Muis, yang merupakan menantu Mujinah mengatakan kepada LL dan ST, kalau ada satu orang lagi yang bersedia untuk dipekerjakan di Malaysia, yakni WI, sehingga jumlah korban kemudian menjadi tiga orang," beber Yeni.

Setelah dokumen selesai diurus, ketiganya lalu berangkat ke Malaysia pada 6 Februari 2015. Di Malaysia, ketiganya dijemput seseorang dengan panggilan Papah, dan diantar ke Jalan Alor di daerah Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia. Esoknya, mereka dibawa ke hotel dan dipaksa melayani pelanggan, untuk melakukan hubungan seksual.

"Oleh karena kecewa, para korban kabur dan menuju ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia seminggu kemudian, dan berhasil dipulangkan pada 18 Februari 2015," lanjutnya.

Dia menambahkan, ketiga korban lalu melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian dan Mujinah tertangkap. "Namun dua terdakwa lainnya yakni Siti dan Lilik, dapat kabur, dan belum tertangkap," katanya.

Akibat perbuatan tersangka, kedua korban mengalami kerugian fisik dan psikis, serta materi masing-masing Rp 30 juta.

"Tersangka kami jerat dengan pasal berlapis tentang tindak pidana trafficking," tambah Yeni.

Sementara itu, tersangka Mujinah mengaku, dia tidak mengetahui jika kedua korban akan dijual dan dipekerjakan sebagai PSK. Dia mengaku, hanya menerima imbalan Rp 1 juta dari LL dan ST.

"Saya tidak tidak tahu sekarang LL dan ST berada di mana," kata Mujinah. (tribun jateng)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help