BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Usai Tabrak Bocah SD Lie Kwet San Menyerahkan Diri

Perasaan Lie Kwet San (48) tak karuan ketika seorang bocah berinisial LN (8) kehilangan nyawa akibat tertabrak mobil truk BN 8305 VN

Usai Tabrak Bocah SD Lie Kwet San Menyerahkan Diri
bangkapos.com/fery Laskari
Bocah SD Tewas Dilindas Dumptruk

SUNGAILIAT, BN - Perasaan Lie Kwet San (48) tak karuan ketika seorang bocah berinisial LN (8) kehilangan nyawa akibat tertabrak mobil truk BN 8305 VN yang dia kemudikan di Jalan Raya Desa Rebo, Sungailiat, Jumat (31/7) pagi.

Ayah empat anak itu langsung menyelamatkan diri ke rumah seorang warga, karena takut diamuk massa. Setelah itu ia kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Kejadian bermula ketika Lie Kwet San mengangkut pasir bangunan dari arah Pantai Rebo melintas di Jalan Raya Desa Rebo. Namun baru beberapa kilometer kendaraan melaju, Lie Kwet San bertemu gerombolan pelajar SD bersama beberapa guru mereka di ruas jalan itu.

Posisi murid-murid SD ini berjalan kaki, persis di depan mobil truk, dan menggunakan arah yang sama, jalur kiri atau sama-sama dari arah Pantai menuju Simpang Rebo. Ratusan anak-anak itu berjalan beriringan mengenakan pakaian olahraga.

kecelakaan
ilustrasi

Saat itu, Lie Kwet San bermaksud mendahului para pelajar tersebut. Namun baru separuh barisan, tiba-tiba seorang bocah (korban) keluar dari kerumunan, menyeberang ke kanan jalan. Kejadian itu begitu cepat, sehingga Lie Kwet San tak sempat mengelak, sehingga mobilnya menabrak tubuh pelajar kelas tiga itu.

"Banyak murid-murid berjalan di bibir jalan, sepanjang dua ratus sampai tiga ratus meter, tapi mereka bukan lagi berbaris, tapi berjalan beriring-iringan. Mereka jalan biasa, bukan sedang baris-berbaris," kata Lie Kwet kepada Bangka Pos Group, usai kejadian, Jumat (31/7).

Keramaian ini membuat Lie Kwet San, tak sepenuhnya konsentrasi memperhatikan pemandangan di hadapannya. Dia tak menyangka, seorang murid tiba-tiba akan menyeberang ketika mobil yang ia kemudikan sudah sangat dekat.

"Pas, satu meter dekat kita (depan mobil) budak itu tiba-tiba nyeberang ke arah kanan. Saya sempat ngerem, tapi karena terlalu dekat sehingga tertabrak," katanya.

tabrakan
ilustrasi

Saat kejadian kata Lie Kwet San, teriakan para murid, guru dan warga sekitar terdengar. Mereka berusaha menyelamatkan korban yang tergeletak di badan jalan aspal. Suasana saat itu membuat Lie Kwet San, panik.

"Saya turun dari mobil, rupanya korban kena ban. Saat mobil berhenti posisi dia (korban) sudah tergeletak di belakang (truk), sekitar empat meter, dari tempat berhenti mobil. Saya langsung mengamankan diri ke tetangga sebelah (rumah warga) minta tolong karena takut diamuk massa," katanya.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help