Jadi Pemalak, ABG 15 Tahun Ditangkap Polisi

Tersangka Tn mengaku hanya ikut-ikutan meminta uang di simpang bandara. Ia tidak pernah beraksi seorang diri.

Jadi Pemalak, ABG 15 Tahun Ditangkap Polisi
Net
Ilustrasi

PALEMBANG, BN - Meski masih berusia 15 tahun, Tn tidak ciut nyalinya untuk memalak pengguna jalan di kawasan Simpang Bandara Sultan Machmud Badaruddin II Palembang. Bahkan, pria putus sekolah yang tinggal di Jl Soak Simur Sukarami Palembang ini sudah memalak lebih dari satu kali.

Namun, aksi Tn kali ini digagalkan oleh anggota gabungan Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel. Bersama tiga rekannya, Sl (22), Hr (21), dan Mr (18), Tn tertangkap tangan saat sedang memalak seorang pengendara motor, Selasa (4/8) sekitar pukul 10.00.

Selain empat pemalak di kawasan simpang bandara, dua pemalak yang beraksi di Pasar Lemabang juga berhasil diamankan. Keduanya berinisial Kr (24) dan Ar (32) diamankan setelah diduga memalak sejumlah sopir angkot di wilayah Pasar Lemabang.

Tersangka Tn mengaku hanya ikut-ikutan meminta uang di simpang bandara. Ia tidak pernah beraksi seorang diri. Remaja ini bertugas meminta uang kepada pengguna jalan yang melintas di wilayah simang bandara.

"Yang kita mintai uang mulai dari pengendara motor hingga pengendara mobil. Uangnya berkisar Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu," kata Tn.

Tn menampik ia bersama rombongan melakukan pengancaman terhadap pengendara yang tidak memberikan uang. Menurut pria bertubuh gempal ini, uang yang mereka terima seluruhnya suka rela dari pengguna kendaraan. Andai tidak memberi, pengguna kendaraan tetap diperbolehkan melintas.

Tn mau ikut minta uang karena belum memiliki pekerjaan. Remaja yang tidak tamat SD ini masih harus menghidupi keluarga dan saudaranya.

"Uangnya kami bagi-bagi dan tidak disetorkan kepada siapapun. Kami sudah beraksi sekitar dua pekan," kata Tn.

Sementara Ar, membantah dirinya disebut pemalak sopir angkot di Pasar Lemabang. Ia mengaku menjadi juru parkir resmi karena uang yang ditariknya dari sopir angkot disetorkannya kepada Dinas Lalulintas, Angkutan dan Jalan (DLAJ).‬

"Saya sudah menjadi tukang parkir di sini sejak 2013 lalu, Pak. Saya tidak memalak atau melakukan pungutan liar karena uang yang saya tarik saya setorkan ke DLAJ. Jadi, saya tidak tahu kenapa diamankan, karena pada saat sedang menjaga parkir tiba-tiba saya langsung diamankan polisi," kata Ar.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel AKPB Irsan Sinuaji, melalui Panit I AKP Zulfikar mengatakan, keenam warga yang diduga pemalak ini berhasil diamankan di dua lokasi yang berbeda setelah polisi mendapat laporan dari warga.

"Mereka diamankan karena warga resah karena sering dipalak. Barang bukti yang diamankan berupa uang senilai Rp 212 ribu. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk dilakukan pengembangan," kata Zulfikar. (sripo)

Tags
Preman
Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved