Usai Bersaksi di Pengadilan, Pengusaha Showroom Diringkus Buser

Pemilik Showroom Zalna Motor ini pun hanya bisa pasrah saat petugas kepolisian memborgol kedua tangan dan membawanya keluar Gedung PN Tanjungkarang.

Usai Bersaksi di Pengadilan, Pengusaha Showroom Diringkus Buser
Josephus Primus
Foto ilustrasi borgol.

BANDAR LAMPUNG, BN - Baru saja selesai memberikan keterangan sebagai saksi perkara pencurian dan penipuan, Syahrizal (32) diringkus tim Buru Sergap (Buser) Polresta Bandar Lampung.

Warga Kelurahan Rajabasa ini tak bisa berbuat apa-apa ketika petugas kepolisian berpakaian sipil mengapitnya di pintu keluar Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa (4/8) sekitar pukul 14.30 WIB.

Pemilik Showroom Zalna Motor ini pun hanya bisa pasrah saat petugas kepolisian memborgol kedua tangan dan membawanya keluar Gedung PN Tanjungkarang.

Kehadiran Syahrizal di pengadilan untuk memberikan keterangan dalam perkara dugaan pencurian dan penipuan yang dilakukan Ahmad Sofyan (28), seorang supir yang tinggal di Gang Singa, Jalan Teuku Umar. Jaksa Venny yang menangani perkara Ahmad mengatakan, Syahrizal adalah DPO kepolisian terkait hasus yang membelit Ahmad tersebut.

Venny menjelaskan, dalam perkara dugaan pencurian dan penipuan itu terdakwa Ahmad mendapatkan uang setelah Syahrizal mencairkan uang dari Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) yang diberikan oleh Ahmad. “Dengan modus itu, uangnya cair,” katanya.

Venny mengatakan, perkara Ahmad itu sendiri terjadi pada medio Maret 2012 lalu ketika terdakwa menemui Yolanda Yustisia yang saat itu bekerja di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung untuk meminjam Toyota Vios bernomor polisi BE 2 CC. Terdakwa Ahmad beralasan ingin mengantar anaknya.

Saat meminjam mobil itu, Ahmad menemukan BPKB mobil di dashboard. Ahmad lalu mendatangi Syahrizal dan menjaminkan BPKB mobil tersebut. Setelah beberapa hari, Syahrizal menghubungi Ahmad dan meminjamkannya uang sebesar Rp 40 juta dengan tempo pengembalian selama dua bulan.

Ternyata, hubungan antara Ahmad dan Syahrizal sudah terjadi sebelumnya pada Januari 2012 lalu. Saat itu, Ahmad mendapatkan BPKB dari Chandra Johan yang ingin meminjam uang sebesar Rp 50 juta dengan jaminan BPKB Grand Vitara bernomor polisi BE 2 FQ. Tempo pengembalian uang selama enam bulan.

Ahmad lalu menemui Syahrizal untuk meminjam uang sebesar Rp 50 juta dengan jaminan BPKB mobil dari Chandra. Namun karena tidak memberikan tempo selama enam bulan, Syahrizal menyarankan agar BPKB itu di-leasing-kan.

“Syahrizal berhubungan dengan leasing BCA Finance,” kata Jaksa Venny.

Marketing leasing pun datang ke Zalna Motor, tetapi mobil Grand Vitara itu tidak ada. Syahrizal lalu menjelaskan bahwa mobil itu ada di showroom lain.

Untuk meyakinkan leasing, Syahrizal menunjukkan fotokopi STNK Grand Vitara itu. Syahrizal sempat menolak untuk disurvei dengan alasan rumahnya masih mengontrak sehingga ia menggunakan nama orang lain.

Setelah data-data dinyatakan lengkap, leasing pun mencairkan uang sebesar Rp 123,7 juta ke rekening Zalna Motor. Dari uang yang cair itu, Ahmad diberikan pinjaman sebesar Rp 65 juta. (Tribun Lampung)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help