Budidaya Lele di Lapas Muntok Kesulitan Air

Budidaya ikan seperti lele, yang dilakukan warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (LP) Muntok, saat ini terhenti, akibat terkendala air.

Budidaya Lele di Lapas Muntok Kesulitan Air
Bangkapos.com/dok
Kepala Lapas Muntok Karyono 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Budidaya ikan seperti lele, yang dilakukan warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (LP) Muntok, saat ini terhenti, akibat terkendala air.

Kepala LP Muntok Karyono mengatakan, beberapa hari lalu warga binaan disini panen lele.

"Saudara-saudaraku (warga binaan) yang mampu dibidang ini, mau melanjutkan budidaya lele, tapi kami pihak Lapas bersama warga binaan menyadari sedang mengalami keterbatasan air, maklum karena musim kemarau," kata Karyono kepada bangkapos.com, Jumat (14/8/2015).

Semakin lama musim kemarau, maka kemampuan dua sumur yang ada di dalam rumah tahanan (rutan) dan satu sumur dari luar tembok, debit airnya mulai berkurang, meskipun distribusi air bersih PDAM masih bisa mengalir, meskipun waktunya terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan warga binaan di dalam Rutan.

Dikatakan Karyono, Pemberdayaan tehadap warga binaan di LP Muntok, terus dilakukan pihak Lapas, agar setelah keluar nanti, warga binaan bisa menjadi orang yang berguna, produktif dan bermanfaat di tengah masyarakat.
Pihak LP membekali warga binaan dengan berbagai ketrampilan dasar, seperti bertani, budidaya ikan, kerajinan hingga pembinaan agama.

"Pembinaan terhadap warga binaan, tetap ke arah hal-hal yang produktif, selain budidaya lele, mereka juga diajak bertani, cetak batako dan masih banyak lagi. Seperti hasil kerajinan yang dibuat warga binaan, kami juga kerjasama dengan pengepul, hasil penjualannya tetap dimanfaatkan dengan baik, diantaranya untuk kesejahteraan warga binaan," ujarnya.

Warga Binaan LP Muntok Ardiansyah mengakui, berbagai pembinaan yang menjurus ke ketrampilan yang dilaksnakan di LP Muntok, terus diikutinya.

"Sebelum masuk sini, saya nggak tahu namanya membuat barang-barang kerajinan cetak batako, bertani dan lain-lain. Selama 1,5 tahun jadi penghuni sini, saya bisa membuat barang-barang kerajinan, minimal dasarnya lah," kata Napi Tindak Pidana Curanmor ini.

Penulis: riyadi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved