Anggota Polisi Terkapar Usai Ditusuk Sekelompok Pemuda

Bripda HL (22), ditusuk orang tidak dikenal di Jalan Dotulolong Lasut, Kelurahan Wenang Selatan Kecamatan Wenang, Kamis

Anggota Polisi Terkapar Usai Ditusuk Sekelompok Pemuda
IST
Ilustrasi pengeroyokan

BANGKAPOS.COM,MANADO - Bripda HL (22), ditusuk orang tidak dikenal di Jalan Dotulolong Lasut, Kelurahan Wenang Selatan Kecamatan Wenang, Kamis (20/8/2015) dinihari sekitar pukul 03.30 WITA. Sebelum ditusuk, anggota polisi di Sulut ini sempat mengantar pacarnya pulang.

"Kami yang menemani Kiki (panggilan korban) mengantar pulang pacarnya di Kuhun," ujar rekan korban, Stenly Mailuhu (19), warga Perum Paniki Dua Kelurahan Paniki Dua Kecamatan Mapanget, Kamis (20/8/2015), sore.

Stenly menuturkan, malam itu korban dan beberapa rekannya sedang pesta minuman keras (miras). Karena hari sudah larut malam, korban meminta untuk menemaninya mengantar pacarnya pulang. Ia pun mengajak Riezky Akuba (20) untuk berboncengan dengannya.

"Usai antar pacarnya, korban ajak kami ke kawasan Megamas, tapi batal. Setelah berbelok di Jalan Toar, kami langsung langsung ke arah Pasar 45 dan masuk ke Taman Kesatuan Bangsa (TKB)," jelasnya.

Setelah sempat membeli rokok di dekat Shopping Center, mereka lalu menemui teman bencong mereka, Jessica, yang sering mangkal di depan Bank Mandiri Cabang Manado. Mereka pun kemudian duduk nongkrong di pinggir jalan sambil bercerita.

Tak lama kemudian, dari arah Taman Kesatuan Bangsa (TKB), muncul mobil berwarna hitam yang diapit 2 motor di depan dan di belakang, sambil meneriaki kata 'Woy' kepada mereka. Riezky yang dalam keadaan mabuk berat membalas teriakan itu dengan kalimat 'Woy, kiapa kita?' (Kenapa, saya?).

"Saat itu keluar seseorang dari mobil, lalu yang berboncengan di motor juga ikut turun. Saya lalu minta maaf kepada mereka, tapi korban rupanya sudah berkelahi di belakang karena sempat terdengar teriakan," terang Stenly.

"Riezky sempat berhadapan, tapi karena takut lihat pelaku mencabut pisau, dia menarik korban sambil bilang cabut senjata saja, tapi korban hanya bawa sangkur," katanya.

Tak lama kemudian, pelaku kembali naik ke motor dan melarikan diri. Korban sendiri sempat berusaha mengejar dengan menaiki motornya, namun belum sempat menghidupkan mesin motor, sudah terjatuh. Ia menduga korban sudah terkena tikaman.

"Jessica dan bencong-bencong disitu sempat teriak, hafal pelat nomor mereka. Makanya saya sempat coba kejar sampai ke Texas Chicken, tapi mereka sudah menghilang di belokan ke arah Komo," tambah Stenly lagi.

Ia lalu berbalik ke lokasi kejadian dan menemukan korban masih tergeletak pingsan di aspal. Mereka lalu mencoba memberikan pertolongan dengan menaikkan ke atas motor dan membawa ke RS Siloam.

"Korban sempat sadar dan minta jangan bawa ke rumah sakit, tapi karena dia pingsan lagi kami langsung ke Siloam," tandas Stenly.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Erson Sinaga saat dikonfirmasi mengatakan kasus ini masih dalam pengembangan. Seluruh anggota lapangan sudah diturunkan untuk melakukan penyelidikan.

"Mudah-mudahan pelakunya cepat terungkap," pungkas Sinaga. Sore harinya Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung mengunjungi anak buahnya tersebut di RS Kandou Malalayang. (tribunmanado/valdy suak)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help