Lipsus Cuaca Babel

Faktor Penyebab Harus Dikurangi

Fenomena ini dapat terus terjadi dan cenderung meningkat selama musim kemarau masih berlangsung dan faktor-faktor penyebabnya tidak dikurangi.

Faktor Penyebab Harus Dikurangi
Shutterstock
Ilustrasi.

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Dalam 10 hari terakhir hampir wilayah Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan suhu udara yang tergolong cukup tinggi. Laporan Stasiun Meteorologi Pangkalpinang menunjukkan suhu rata-rata berkisar antara 31-33 0C dengan suhu maksimum mencapai 34 0C.

Ismed Inonu, DosenAgroteknologi UBB yang juga berstatus Wakil Rektor menganalisa peristiwa yang terjadi belakangan ini. Ia mengatakan fenomena ini dapat terus terjadi dan cenderung meningkat selama musim kemarau masih berlangsung dan faktor-faktor penyebabnya tidak dikurangi.

 Berikut analisa Ismed: 

Secara lokal, fenomena kenaikan suhu sangat dipengaruhi juga kondisi lingkungan di wilayah tersebut. Misalnya,wilayah yang tutupan vegetasinya masih baik (masih banyak hutannya), fenomena kenaikan suhu tidak terlalu dirasakan. Hal tersebut mungkin disebabkan karena tumbuhan dapat menyerap gas karbondioksida, yang merupakan gas rumah kaca terbanyak, melalui proses fotosintesis.

Selain itu, refleksi atau pemantulan panas oleh permukaan bumi juga dapat dikurangi karena sinar matahari tidak langsung menerpa tanah dan tertahan oleh daun-daun. Di daun, sinar matahari dikonversi menjadi energi potensial melalui fotosintesis.

Pada lahan yang bervegetasi, kemampuan tanah menyimpan air pada saat musim hujan masih baik. Pada musim kemarau, akibat suhu udara yang panas, air tersebut akan dievaporasikan ke udara. Akibatnya, kenaikan suhu udara dapat tertahan. Hal yang sebailknya akan terjadi di wilayah yang terbuka, dengan tanpa atau sedikit tutupan vegetasi.

Jadi, meskipun fenomena kenaikan suhu udara berlangsung secara global dan tidak dapat dicegah secara lokal, tetapi minimal dapat dikurangi, baik kenaikannya maupun dampaknya.

Musim kemarau biasanya diikuti oleh kebakaran hutan, baik yang terjadi secara alami maupun sengaja dilakukan manusia. Kebakaran hutan akan memproduksi karbondioksida dalam jumlah besar dan menghasilkan uap panas yang secara lokal meninggikan suhu.

Peningkatan suhu dapat berdampak terhadap perubahan iklim, karena suhu merupakan salah satu komponen yang mempengaruhi ilkim. Dampak lainnya adalah meningkatnya permukaan air laut, yang mengancam wilayah-wilayah daratan yang ketinggiannya tidak berbeda jauh dari muka air laut.

Selain itu, kenaikan suhu akan menyebabkan gangguan terhadap tumbuhan dan hewan karena setiap tumbuhan dan hewan memiliki batas optimum untuk dapat hidup, tumbuh dan berkembang. Apabila mereka hidup dengan batas suhu yang melebihi batas toleransinya, maka kehidupan mereka akan terganggu, bahakan mengalami kematian. Ada banyak hasil riset menunjukkan, tumbuhan di daerah pegunungan semakin berkurang populasinya akibat meningkatnya suhu di habitatnya.

Dampak peningkatan suhu atmosfer terhadap kekeringan akan semakin besar bila bersamaan dengan musim kemarau yang panjang karena dampak El Nino. Intensitas hujan yang sangat rendah di musim kemarau dan ditambah dengan kehilangan air permukaan yang cepat akibat suhu yang meningkat akan menimbulkan kekeringan yang parah. Air merupakan kebutuhan primer manusia untuk minum, sanitasi, pertanian, perikanan, dan peternakan.

Kekeringan terjadi karena siklus hidrologi terganggu akibat berbagai aktivitas. Prinsip dalam mengurangi kekeringan adalah menahan air selama mungkin dan sebanyak mungkin di dalam tanah. Apabila air lebih banyak mengalir di permukaaan tanah, saluran, sungai dan akhirnya ke laut, maka akan terjadi kekeringan di musim kemarau dan sebaliknya banjir di musim hujan.

Oleh sebab itu, dalam menghadapi fenomena kenaikan suhu dan kekeringan saat ini, hendaknya kita dapat mengambil pelajaran dan mencoba untuk memperbaikinya ke depan. Kalau secara lokal kita dapat melakukan, misalnya revegetasi bekas tambang, reforestasi hutan yang gundul, dan membangun secara ramah lingkungan dengan memperhatikan konservasi air, maka paling tidak kita sudah ikut serta dalam mengurangi bencana ini. Thinks globally, acts locally. (J2)

Tags
suhu
Cuaca
Penulis: respisiusleba
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved