Ancaman Perang Kim Jong Un Buat Khawatir AS, PBB, dan Tiongkok

Saat itu dikatakan Korea Utara menembakkan satu misil ke arah pengeras suara yang digunakan Korea Selatan untuk menyuarakan propaganda anti-Pyongyang,

Ancaman Perang Kim Jong Un Buat Khawatir AS, PBB, dan Tiongkok
Reuters
Kim Jong-Un dikelilingi dan dipuji oleh para wanita Korea Utara. 

BANGKAPOS.COM, SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah mengumumkan bahwa pasukan kemiliteran Korea Utara sudah siap untuk berperang. Jong-un mengeluarkan ultimatum akan meluncurkan serangan ke Korea Selatan pada Sabtu (22/8/2015) pukul 9.30 waktu setempat.

Ancaman ini diamini oleh Kementerian Luar Negeri Korea Utara, yang mengatakan bahwa situasi benar-benar sudah di ambang pintu peperangan dan sudah tak bisa lagi diubah.

"Pasukan kemiliteran dan masyarakat Korea Utara sudah bersiap akan risiko perang, ini tak hanya untuk merespon atau membalas (serangan), melainkan juga untuk mempertahankan sistem negara," katanya, pada Sabtu dini hari tadi, pada KCNA.

Ultimatum dikeluarkan setelah terjadi baku tembak misil antara Korea Utara dan Korea Selatan di perbatasan kedua wilayah mereka, pada Kamis (20/8/2015) lalu.

Saat itu dikatakan Korea Utara menembakkan satu misil ke arah pengeras suara yang digunakan Korea Selatan untuk menyuarakan propaganda anti-Pyongyang, yang lalu dibalas sepuluh tembakan misil oleh pihak Korea Selatan.

Korea Utara kemudian memberikan ultimatum agar Korea Selatan menghentikan propagandanya, maksimal hingga pukul 17.00 Sabtu ini, yang kemudian direspon oleh Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye.

"Provokasi apapun yang dilakukan oleh Korea Utara tak akan Korea Selatan toleransi," ucapnya, melalui siaran televisi nasional, kepada para komandan kemiliteran yang berada di luar Seoul.

Ancaman tersebut memicu banyak kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk Amerika, PBB, dan Tiongkok, akan terjadinya perang dan ketegangan hebat di Semenanjung Korea. (AFP/The Guardian)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved