BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Jasad Terkubur Dua Bulan Masih Utuh

Isak tangis meledak saat H Kat (50) dan Eet (43) melihat adik kandungnya, Suherwin alias Caca (40), ditemukan di lokasi

Jasad Terkubur Dua Bulan Masih Utuh
bangkapos.com/Fery Laskari
Lokasi tambang PT PTS Pemali

Jasad Terkubur Dua Bulan Masih Utuh
- Akhirnya Caca Ditemukan

PEMALI, BANGKA POS - Isak tangis meledak saat H Kat (50) dan Eet (43) melihat adik kandungnya, Suherwin alias Caca (40), ditemukan di lokasi tambang yang dikelola PT Putra Tonggak Samudra di Desa Pemali, Bangka, Senin (31/8). Akhirnya jasad Caca ditemukan setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih dua bulan.

"Alhamdulillah, jasad adik kami (Caca) akhirnya ditemukan," kata Katmirjaya, nama lengkap H Kat saat ditemui Bangka Pos di lokasi tambang, Senin (31/8).

"Dan Alhamdulillah, jasad adik kami ini saat ditemukan kondisinya masih utuh. Ini kebesaran Allah," katanya berlinang airmata.

Caca mengalam musibah saat mengoperasikan eskavator di lokasi tambang pada akhir Juni lalu. Dia tertimbun longsor ketika mengeruk tanah di tambang tersebut. Caca terkubur bersama eskavator yang dioperasikannya.

Jasad Caca ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB. Penemuan ini mengundang perhatian keluarga korban yang berbondong-bondong melakukan evakuasi. Tiga unit alat berat jenis eskavator dikerahkan mengeruk bekuan lumpur di dekat jasad Caca.

Saat diangkat, jasad Caca tampak masih utuh. Almarhum mengenakan baju, celana dan sepatu bot kulit. Jenazah kemudian dibawa ke musala Kantor PT PTS, di dekat lokasi tambang. Di sana, jasad Caca dimandikan dan langsung dimakamkan di pemakaman umum Desa Pemali.

Kerumunan lalat
Penemuan jasad Caca bermula saat Imam (35), operator eskavator, sedang mengeruk lumpur di lokasi kejadian, Senin (31/8) sekitar pukul 15.15 WIB. Tiba-tiba baket eskavator menyentuh lapisan tanah yang menebar bau tak sedap. Di saat bersamaan kawanan lalat langsung mengerumuni bekas kerukan tadi.

Imam yang curiga lalu memanggil Hetariza alias Eet (43), wakil pengawas pambang PT PTS, yang juga adalah kakak kandung korban. Eet tak turun sendiri, tapi bersama adik kandungnya, Yoyo (41), sopir dumtruck PT PTS, yang juga adalah kakak korban. Keduanya yakin, kerumunan lalat menandakan keberadaan jasad sang adik, Suherwin alias Caca (40).

"Di tempat itulah jasad saudara kami, Caca berada," kata Deri alias Bobo (38), adik bungsu korban, yang juga bekerja di tambang PT PTS Pemali saat ditemui Bangka Pos, Senin (31/8) petang.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help