BangkaPos/

Kantor Kamardin Rata Tanah, Kebakaran Kompleks PT Koba Tin

Kebakaran kompleks perkantoran PT Koba Tin menyisakan puing, Senin (31/8). Satu diantara puing adalah kantor

Kantor Kamardin Rata Tanah, Kebakaran Kompleks PT Koba Tin
bangkapos.com/Zulkodri
Sisa puing-puing Kantor utama milik PT Koba Tin, usai dilanda kebakaran hebat. Kepulan asap, disisa-sisa puing kantor utama masih terlihat jelas, foto diambil Senin (31/08/2015).

KOBA, BANGKA POS - Kebakaran kompleks perkantoran PT Koba Tin menyisakan puing, Senin (31/8). Satu diantara puing adalah kantor Presiden Direktur PT Koba Tin, Kamardin MD Top.

Ada empat titik kebakaran yang terjadi di komplek perkantoran PT Koba Tin, Minggu (30/8). Selain kantor utama, terdiri dari kantor administrasi dua lantai tempat biasanya Presiden Direktur Kamardin MD Top ngantor, kemudian di kantor departemen personalia, departemen Minning, dan departemen Accounting yang struktur bangunannya.

Hampir semua bangunani itu hangus terbakar.

Titik api kedua di tempat penyimpanan tangki bahan bakar minyak. Di tempat tersebut, ada 15 tangki, namun hanya lima unit tangki yang terbakar, dimana ada empat tangki berkapasitas 648 ribu liter, dan satu tangki berkapasitas, 150 ribu liter.

Sedangkan titik lainnya, di rumah dinas VIP, dimana si jago merah melalap habis satu unit rumah beserta isinya.
Titik keempat ada di daerah smelter yang menghanguskan satu unit kantor jaga. Saat itu, api yang hendak membakar area pabrik smelter berhasil dijinakkan.

Perwakilan pihak perusahaan PT Koba Tin, Ade Kelana mengaku pihaknya masih melakukan identifikasi dan pendataan asset yang terbakar. Dia belum bisa memastikan kerugian yang timbul akibat peristiwa itu.

"Angka pasti, belum kita hitung, tapi mencapai miliaran rupiah," ujar Ade, Senin (31/8).

Selain bangunan, yang ikut terbakar, dikatakan Ade berkas-berkas saat PT Koba Tin masih beroperasi juga ikut habis terbakar. Namun dia kembali menyebutkan masih dalam pendataan terkait berkas apa saja yang terbakar itu.

"Kalau penting tidak penting, semuanya penting, juga tidak penting. Sebab berkas saat kita masih beroperasi, berkas operasional, tetapi kita juga masih melakukan indentifikasi berkas apa saja yang terbakar," ucapnya.

Dikatakan Ade dengan terjadinya peristiwa ini, pihaknya akan lebih meningkatkan patroli rutin, sebab masih tanpak beberapa titik api di luar komplek Perkantoran PT Koba Tin.

"Kita juga sudah melaporkan hal ini, ke Mapolres Bateng untuk diusut apa penyebab kebakaran," ucapnya.

KBO Reskrim Polres Bateng, Ipda. M. Hafid seizin Kapolres Bateng AKBP. Roy Ardhya Candra, S.IK, mengatakan dari hasil proses penyelidikan yang dilakukan pihaknya, dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut diakibatkan karena dampak kebakaran yang terjadi di hutan yang terdapat di simpang jalan menuju Pantai Tanjung Langka.

"Saat kejadian kondisi angin memang berhembus kencang. membuat api yang membakar canal di sepanjang simpang jalan menuju Pantai Tanjung Langka merembet ke hutan yang bersebelahan dengan Kompleks PT Koba Tin," ujarnya.

Namun, dikatakan Hafid pihaknya tetap melakukan penyelidikan penyelidikan lebih lanjut, guna mengungkap ada atau tidaknya pihak-pihak yang memang dengan sengaja membakar lingkungan kompleks tersebut. (zky)

Penulis: zulkodri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help