BangkaPos/

Polda Metro Turunkan 8.542 Anggota Tanpa Senjata Amankan Demo Buruh

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengerahkan 8.542 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa buruh

Polda Metro Turunkan 8.542 Anggota Tanpa Senjata Amankan Demo Buruh
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ribuan buruh merayakan hari buruh internasional atau yang lebih dikenal dengan May Day dengan melakukan long march dari Bunderan Hotel Indonesia menuju Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/5/2015). Tuntutan utama mereka yaitu peningkatan kesejahteraan dan penghapusan sistem kerja alih daya. 

BANGKAPOS.COM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengerahkan 8.542 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa buruh di depan Istana Kepresidenan, Selasa (1/9/2015). Namun, sebagai besar personel tersebut tidak dilengkapi senjata api.

"Anggota tidak ada yang bersenjata api," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Senin (31/8/2015).

Namun, bukan berarti tidak semua personel polisi yang berjaga tidak membawa senjata api.

Sebagian masuk ke dalam Tim Khusus yang diperbolehkan membawa senjata api dan menggunakannya jika keadaan sudah genting.

"Ada tim khusus yang terbatas jumlahnya dan sangat terkoordinir, kalau terjadi kontijensi. Tapi itu jumlahnya kecil sekali," kata Tito.

Penggunaan senjata api itu sendiri diatur dalam Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

Pasal 5 ayat (1) mengatur enam tahapan penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian, mulai dari perintah lisan hingga dengan penggunaan senjata api.

Penggunaan senjata api hanya diperkenankan jika orang tersebut berpotensi menyebabkan anggota Polri atau anggota masyarakat terluka parah atau bahkan tewas.

(Kahfi Dirga Cahya)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help