Sopir Angkot Kritis Ditusuk Empat Pria Tak Dikenal

Muslimin (30) sopir angkot mikrolet D 06 jurusan Terminal Depok-Cisalak, dikeroyok 4 orang pengendara sepeda motor

Sopir Angkot Kritis Ditusuk Empat Pria Tak Dikenal
net
Ilustrasi

BANGKAPOS.COM, DEPOK - Muslimin (30) sopir angkot mikrolet D 06 jurusan Terminal Depok-Cisalak, dikeroyok 4 orang pengendara sepeda motor di kawasan simpangan di Jalan Tole Iskandar, Cilodong, Kota Depok, Selasa (1/9) malam sekira pukul 23.00.

Akibatnya Muslimin mengalami luka tikam di dadanya serta luka goresan dan lebam di kepalanya. Muslimin yang terkapar, sempat dirawat di RS Sentra Medika sebelum dirujuk ke RS Polri Sukanto.

Kondisinya sampai Rabu (2/9/2015) siang ini kritis dan belum sadarkan diri. Sebab luka tusuk di dada warga RT 1/1, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, itu menembus paru-parunya.

Herman, rekan korban sesama sopir angkot menuturkan dari informasi yang didapatnya Muslimin dicegat 4 pelaku yang mengendari dua sepeda motor usai mengisi bensin di SPBU di Jalan Tole Iskandar.

Tanpa banyak basa-basi ke 4 pelaku langsung mengeroyok korban. Salah seorang pelaku berhasil menusuk dada korban hingga terkapar.

"Teman-teman sesama sopir angkot sama warga lalu bawa korban ke rumah sakit," katanya, Rabu.

Menurut Herman diketahui sebelumnya saat hendak mengisi bensin di SPBU, angkot yang dikendarai Muslimin sempat bersenggolan dengan salah satu pengendara motor di Jalan Tole Iskandar.

"Cekcok mulut antara pengendara motor dan Muslimin sempat terjadi. Namun akhirnya dilerai warga," kata dia.

Karenanya, kata Herman, diduga akibat hal itulah sang pengendara motor dendam sehingga mengajak rekannya untuk mencegat angkot yang dibawa Muslimin.

Akibat peristiwa ini, puluhan sopir angkot rekan korban sempat melakukan sweeping di kawasan simpangan antara Jalan Tole Iskandar dan Jalan Raya Bogor, Rabu dinihari untuk mencegat orang yang diduga pelaku.

Mereka menduga kawanan pelaku berasal dari salah satu kelompok etnis tertentu yang kerap berkumpul tak jauh dari kawasan Simpangan Depok. "Termasuk memastikan penyebabnya," kata dia.

Untuk mencegah aksi sweeping dan aksi balas dendam, Polresta Depok menurunkan 13 personil Tim Penjaga Gangguan Keamanan dan Kerusuhan (Jaguar) di sekitar kawasan Simpangan Depok.

"Kami mengantisipasi bentrok antar massa yang bisa meresahkan warga," kata Komandan Tim Jaguar Inspektur Dua Winam Agus, Rabu.

Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho menuturkan pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus ini dan menangkap pelaku.(Budi Malau)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help