Achin Pertanyakan Limbah PLN Masuk ke Kolong Sumber Air Baku PDAM

Dia juga menanyakan mengenai statement Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir yang mengatakan air PDAM bersih tetapi belum bening.

Achin Pertanyakan Limbah PLN Masuk ke Kolong Sumber Air Baku PDAM
bangkapos.com/Nurhayati
Direktur PDAM Tirta Bangka menunjukan baju Komunitas Pecinta Kolong KPK yang diserahkan Perwakilan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Baturusa Cerucuk Aziz pada Saresehan Membangun Komunitas Masyarakat Pecinta Kolong dan Lingkungan yang diadakan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Sabtu (5/9/2015) di Kawasan Kolong PLN. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Laskar Sekaban M Achin menanyakan mengenai limbah bahan bakar Pembangkit Tenaga Listrik Diesel (PLTD) milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena selama ini dibuang di kolong PLN.

Sementara Kolong PLN tersebut digunakan menjadi sumber air baku PDAM Tirta Bangka.

"Mesin PLTD PLN cukup banyak limbahnya yang masuk ke kolong. Apa antisipasi PDAM ini, karena tercemar limbah, air baku yang disalurkan ke masyarakat. Ini perlu perhatian pihak PLN juga. Ini menyangkut hajat orang banyak, karena air itu digunakan ribuan warga Kenanga dan Merawang. Ini bisa menjadi masalah kalau tidak terjaga," tegas Achin, saat Sarasehan Membangun Komunitas Masyarakat Pecinta Kolong dan Lingkungan, Sabtu (5/9/2015) di Kawasan Kolong PLN.

Dia juga menanyakan mengenai statement Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir yang mengatakan air PDAM bersih tetapi belum bening.

"Transparan saja bersihnya darimana?" tanya Achin.

Pada kesempatan ini Atok Gaul Warga Kenanga mengatakan yang penting mencari solusinya sehingga yang tidak benar bisa dibenarkan.

"Jangan sampai kisruh yang penting air bisa dikonsumsi," kata Atok Gaul.

Menanggapi pertanyaan Achin tersebut menurut Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir, pihaknya sudah membuat sumber resapan untuk menampung limbah bahan bakar PLN.

"Tipe saya bukan nyari kesalahan tetapi mencegah jangan sampai terjadi limbah masuk ke kolong," ungkap Wellindra.

Pada tahun 2013 untuk membuang limbah dari PLN, pihaknya membangun normalisasi saluran dari belakang PLN yang dibuat dua sumur resapan untuk pengendapan limbah jangan sampai masuk Kolong PLN.

"Selama ini langsung masuk ke kolong. Sekarang di buat normalisasi dengan panjang 1,7 meter dengan kedalaman empat hingga lima meter. Jadi musim hujan sudah lancar. Kita cari solusinya airnya tidak langsung ke kolong," jelas Wellindra.

Ia mengatakan pada tahun 2015 ini PDAM mendapat dana dari APBN diatas Rp 25 milyar untuk membangun water treatment plant di Sungailiat dengan kapasitas 55 liter per detik.

"Sekarang lagi dibangun water treatment untuk pengolahan air PDAM agar jernih," kata Wellindra.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved