Gugus Melati Bergema Gelar Pelatihan ABK

Untuk meningkatkan kompetensi pendidik tentang pemahaman dan penanganan siswa berkebutuhan khusus

Gugus Melati Bergema Gelar Pelatihan ABK
Istimewa
FOTO BERSAMA – Para guru Kelompok Kerja Kepala Sekolah ( K3S ) Gugus 1 Melati Bergema Petaling Kemuja berfoto bersama usai mengikuti Pelatihan Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), di SDN 9 Zed, Sabtu (5/9/2015). (ist)

Zul Efendi SPd SD
Mantan Ketua KKG Gugus 1 Periode 2012-2014

BANGKAPOS.com, PANGKALPINANG -- Untuk meningkatkan kompetensi pendidik tentang pemahaman dan penanganan siswa berkebutuhan khusus, Kelompok Kerja Guru ( KKG ), bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah ( K3S ) Gugus 1 Melati Bergema Petaling Kemuja dan Zed Kecamatan Mendobarat, mengadakan Pelatihan Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Kegiatan ini dilaksanakan dua kali pertemuan. Pertemuan pertama tanggal 29 Agustus 2015 bertempat di SDN 7 Kemuja. Sedangkan pertemuan kedua tanggal 5 September 2015 bertempat di SDN 9 Zed.

Kegiatan diikuti guru kelas I sampai guru kelas VI, ditambah dua guru mata pelajaran, yaitu guru PAI dan Guru Mata Pelajaran Orkes. Sehingga total peserta 81 guru dari sembilan sekolah yang berada di Gugus 1 Melati Bergema. Sembilan sekolah yang terlibat tersebut antara lain, SDN 1 Petaling, SDN 2 Petaling, SDN 4 Petaling, SDN 5 Petaling,SDN 7 Kemuja, SDN 8 Kemuja, MIS AL Islam Kemuja, SDN 9 Zed dan SDN 10 ZED.
Secara resmi kegiatan dibuka Pengawas Wilayah 1 kecamatan Mendobarat, Buyung Topan SPd. Sebagai Narasumber adalah Dra Maryam, Guru Berkebutuhan Khusus (GBK) SDN 5 Sungailiat. Sedangkan Instruktur Guru-guru berkebutuhan khusus Gugus 1 dibawah kordinator Zaenab SPd.

Menurut Pengawas wilayah 1 Mendobarat Buyung Topan SPd, kegiatan KKG ini penting guna menambah wawasan guru dan mengaktifkan kinerja KKG. Selain itu berguna untuk meningkatkan kompetensi guru supaya profesional dalam menangani permasalahan yang terjadi di sekolah, yang berkenaan dengan peserta didik.

“Apalagi peserta didik yang memiliki kelainan dalam proses belajar mengajar, khususnya anak berkebutuhan khusus untuk ditangani secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya,” ujar Topan.

Semnetara itu dalam materinya, Maryam menjelaskan pendidikan inklusi memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk mendapatkan pendidikan tanpa memandang kondisi anak. Hal ini memungkinkan peserta didik berkebutuhan khusus bersekolah di sekolah reguler. Jadi setiap sekolah harus menerima siswa yang mengalami kelainan khusus.

Golongan pendidikan berkebutuhan khusus antara lain tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita, tuna daksa, kesulitatan belajar, lambat belajar, autis dan kelainan tuna ganda. Anak berkebutuhan kusus ( ABK ) ini jangan dilihat dari kekurangannya tapi lihat kelebihannya.

“Bagi guru berkebutuhan khusus jadilah guru yang ikhlas, sabar, praktekkan ilmu yang sudah diapatkan dari pelatihan ini,” pesan Maryam, kepada peserta pelatihan yang mengikuti dengan antusias dan bersemangat

Akhir kegiatan ini sekaligus ditutup Kepala Unit Pendidikan Kecamatan Mendobarat Giyono SPd. Menurut Giyono melalui kegiatan pelatihan pendampingan anak berkebutuhan khusus ini dapat menambah wawasan bagi peserta dan dapat berpikir, bertindak guna melayani dengan hati untuk diaplikasi di sekolah masing-masing.
Apalagi, kata Giyono, pada Gugus 1 Melati Bergema ini rata-rata setiap sekolah memiliki 1-5 siswa anak berkebutuhan khusus.

“Mari kita tingkatkan pelayanan optimal bagi siswa, agar mereka mendapatkan kesempatan yang sama dengan siswa lainnya dalam mengembangkan potensi yang dimilki. Smeua ini bertujuan untuk menjadikan mereka berkarakter dan berakhlak mulia,” ujar Giyono. (*/doi)

Penulis: Dody
Editor: dedypurwadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved