Masjidil Haram Dihantam Crane

Crane Roboh Timpa Jamaah yang Sedang Salat di Masjidil Haram Makkah

Hujan deras dengan butir-butir kecil es disertai angin kencang dan suara gemuruh melanda kota suci Makkah sejak pukul 17.10 waktu Arab Saudi.

Crane Roboh Timpa Jamaah yang Sedang Salat di Masjidil Haram Makkah
istimewa/facebook
Reruntuhan bangunan Masjidil Haram yang mengenai jamaah 

BANGKAPOS.com - Sebuah alat berat proyek (crane) terjatuh di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (11/9/2015), dan menimpa para jamaah yang tengah melakukan salat magrib.

Hingga berita ini diupload, jumlah korban jiwa belum bisa dipastikan. Informasi yang beredar disebut ada puluhan jamaah tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang dihantam crane yang roboh.   

LIHAT: News Video Detik-detik Crane Timpa Masjidil Haram

Kepala Bidang Pelaksana (Kabid) Haji dan Umrah Sumut, Bahrum Saleh mengatakan, ia belum dapat informasi mengenai musibah tersebut.

"Saya belum dapat kabar hingga saat ini, SMS dari ketua kelompok terbang, biasanya kalau ada perkembangan apapun saya dapat SMS, ini tidak ada kabar yang masuk. Doain sajalah tidak ada musibah itu ya," kata Bahrum kepada Tribun Medan, Jumat malam lewat telpon.

BACA: Inilah Nama-nama Korban Crane di Masjidil Haram

Hujan deras dengan butir-butir kecil es disertai angin kencang dan suara gemuruh melanda kota suci Mekah, Jumat sore, sejak pukul 17.10 waktu Arab Saudi atau pukul 21.10 WIB.

Tidak hanya butiran es dan angin kencang, hujan besar tersebut juga membawa debu yang membuat meja kerja di Kantor Misi Haji Indonesia di Mekah menjadi kotor.

"Kejadian seperti ini jarang terjadi selama ini," kata Syaiful, warga negara Indonesia yang sudah 12 tahun tinggal di Mekah bersama keluarganya.

BACA: Crane Timpa Jamaah di Masjidil Haram yang Terburuk dalam 28 Tahun

Hal senada dikemukakan Ahmad Abdullah Yunus, Kepala Seksi Katering Daker Mekah, yang pernah tinggal di Jeddah. "Biasanya, orang Arab khawatir kalau turun hujan," ujarnya.

Hujan yang jarang terjadi di Arab Saudi membuat negeri itu tidak siap mengantisipasi air yang turun deras dari langit. Tahun 2010, Mekah dan Jeddah pernah dilanda banjir yang menimbulkan korban jiwa.

Sampai berita ini ditulis, hujan deras masih turun dengan gemuruh yang terus menggelegar disertai angin kencang.

Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved