Pensiunan PT Timah Protes Pengalihan Jaminan Kesehatan ke BPJS

Persoalan pengalihan jaminan kesehatan para pensiunan PT Timah Tbk (persero) ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) saat ini dipertanyakan.

Pensiunan PT Timah Protes Pengalihan Jaminan Kesehatan ke BPJS
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Abdulah Ma ruf 

Laporan wartawan Bangkapos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Persoalan pengalihan jaminan kesehatan para pensiunan PT Timah Tbk (persero) ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) saat ini dipertanyakan. Pasalnya sebagian pensiunan PT Timah menilai program peralihan oleh pihak manajemen PT Timah dianggap merugikan para pensiunan.

Seorang pensiunan PT Timah, Abdulah Ma'ruf mengatakan sejak peralihan jaminan kesehatan para pensiunana dialihkan ke BPJS dianggapnya merugikan dirinya termasuk para pensiunan PT Timah lainnya.

"Program pengalihan jaminan kesehatan ke BPJS itu sangat merugikan para pensiunan PT Timah dikarenakan standar pelayanan itu saya anggap tidak layak bagi para pensiunan. Beda dulunya masih program lama justru pelayanan kesehatannya sangat layak," kata Ma'ruf panggilan akrab pensiunan PT Timah itu di sela-sela menggelar konferensi pers, Senin (21/9/2015) siang di Pangkalpinang.

Mantan auditor PT Timah ini menjelaskan lebih detil, menurutnya perbedaan jaminan kesehatan saat ini justru dapat dirasakanya ketika dirinya mendapatkan untuk jenis obat yang diberikan kepada para pensiun PT Timah termasuk dirinya.

"Kalau dulu obatnya sangat bagus namun sejak dialihkan justru obatnya kurang layak. Padahal ini sangat penting sekali karena menyangkut kesehatan manusia," jelas mantan anggota DPRD provinsi Babel dua periode itu kepada wartawan.

Oleh karenanya ia selaku pensiunan perusahaan BUMN (PT Timah Tbk) termasuk para pensiunan lainnya mendesak pihak manajemen PT Timah Tbk untuk menerapkan kembali program jaminan kesehatan seperti dulu dan bukan pelayanan kesehatan saat ini (BPJS kesehatan).

Mangara, pensiunan PT Timah lainnya mengatakan perihal dana jaminan kesehatan khusus para pensiunan PT Timah diketahuinya dianggarkan oleh negara yakni mencapai sebesar Rp 355 M.

"Kami mempertanyakan dana anggaran sebesar Rp 355 M itu dipergunakan untuk apa saja. Nah kami rencananya mau melayangkan surat terbuka kepada PT Timah Tbk terkait persoalan jaminan kesehatan para pensiunan PT Timah yang kini dialihkan ke BPJS," kata Mangara.

Sejauh ini Corperate Secretary PT Timah Tbk, Agung Nugroho masih diupayakan dikonfirmasi terkait soal jaminan kesehatan para pensiunan PT Timah yang kini dialihkan ke BPJS kesehatan.

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help