Malam Takbiran Idul Adha, Warga Nganggung di Masjid

Gema takbir, tahlil dan tahmid dari surau, musola dan masjid-masjid menyambut Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1436 H

Malam Takbiran Idul Adha, Warga Nganggung di Masjid
Bangka Pos / Riki Pratama
Seorang Pemukul Bedug Sedang memukul bedung beriringan dengan suara takbir,pada malam Idul Adha 10 Zulhijjah 1436 Hijriyah, Rabu (23/9/2015) malam, di Alun alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gema takbir, tahlil dan tahmid dari surau, musola dan masjid-masjid menyambut Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1436 H, yang jatuh besok, Kamis (24/9/2015).

Di beberapa masjid usai salat Isya digelar nganggung yakni budaya Bangka makan bersama dalam satu dulang. Seperti yang dilakukan warga Desa Kemuja, Kecamatan Mendobarat, Bangka, Rabu (23/9/2015) malam.

"Tidak hanya nganggung di masjid, kami para pemuda menggelar takbir keliling kampung untuk memeriahkan Idul Adha, sama seperti Idul Fitri. Tujuannya selain sebagai silaturahmi, juga upaya melestarikan budaya. Jangan sampai, tidak ada lagi generasi nanti yang meramaikan perayaan Idul Adha," kata pemuda Desa Kemuja, Bambang Ari Satria kepada bangkapos.com.

Selepas salat Id, warga desa saling bersilaturahmi dan menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah. Suasana seperti inilah, menurut Bambang perlu dijaga, agar Pulau Bangka memiliki ciri khas budaya unik.

Di Kota Pangkalpinang, sebagian besar masyarakat masih meramaikan Idul Adha dengan cara nganggung di masjid dan bersilaturahmi. Biasanya, nganggung digelar usai salat Id sebelum pemotongan hewan kurban.

"Nganggung di masjid sudah menjadi kebiasaan saat Idul Fitri maupun Idul Adha," kata Fatimah atau Nek Temah warga Opas, Pangkalpinang.

Penulis: Alza Munzi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved