Target Penurunan Emisi Gerakan Rumah Kaca hingga 26 Persen

Badan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dibentuk Presiden RI Susilo Bambang Yuhoyono, 31 Agustus 2013,

Target Penurunan Emisi Gerakan Rumah Kaca hingga 26 Persen
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Seorang pemateri sedang berdialog dalam sesi diskusi dan tanya jawab kepada pewarta saat kegiatan workshop peliputan perubahan iklim (climet change) yang digelar oleh LPDS & Kedubes Norwegia. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dibentuk Presiden RI Susilo Bambang Yuhoyono, 31 Agustus 2013,

Dibentuknya badan pengelola ini untuk pelaksanaan upaya penurunan emisi gas rumah kaca dari deforestasi, degradasi hutan dan konversi lahan gambut.

Adanya satgas yang dibentuk Presiden. Susilo Bambang Yudhoyono, bagian dari komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi gerakan rumah kaca 26 persen dari tingkat business as usual (kondisi tanpa adanya rencana aksi pada tahun 2020.

Bahkan target penurunan sampai 41 persen dengan bantuan internasional (Norwegia).

"Dibentuk satga penurunan emisi gas rumah kaca, karena sekitar 75 persen emisi karbon di Indonesia berasal dari deforestasi dan degradasi lahan gambut," jelas Roy Rahendra dari Nasional Programe Manager REDD plus, pembicarta pada Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim yang diselenggarakan Lembaga Pers Dr Soetomo dan Keduber Norwegia berlangsung di Ruang Meeting Koba , Hotel Novotel Bangka, Selasa (29/9).

Baca berita lengkapnya di Harian Pagi Bangka Pos dan Babel News, edisi Rabu 30 September 2015.

Penulis: agusrya
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved