Zamhari : Pernyataan Ketua DPRD Babel Itu Prematur

Saya perlu meluruskan, aliran sungai mana yang dipersempit, sebab setahu saya, selama ini, pemkab melakukan normalisasi sungai

Zamhari : Pernyataan Ketua DPRD Babel Itu Prematur
bangkapos.com/dok
Anggota DPRD Bangka Tengah Zamhari 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pernyataan ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya yang mengatakan penyebab kebakaran di kawasan lindung Kota Koba, disebabkan aliran sungai menuju kawasan hutan lindung dipersempit mendapat tanggapan dari anggota DPRD Bangka Tengah, Zamhari.

Menurut Zamhari, apa yang dikatakan oleh Ketua DPRD Bateng tersebut, sifatnya prematur, karena setahu dirinya, Pemkab Bateng, malah melakukan normalisasi aliran sungai, dengan melakukan pengerukan, pendalaman.

" Saya perlu meluruskan, aliran sungai mana yang dipersempit, sebab setahu saya, selama ini, pemkab Bateng melakukan normalisasi sungai dengan melakukan pengerukan," ujar Zamhari kepada bangkapos.com, Selasa (29/09/2015).

Selain itu, lanjut Zamhari, dirinya juga mempertanyakan apakah benar Ketua DPRD Bateng, Didit Srigusjaya membuat pernyataan bahwa ia kecewa alur sungai dipersempit Pemkab Bateng, seperti dimuat di salah satu website Bateng1.com.

Dikatakan Zamhari, sebagai mantan wartawan yang pernah belajar jurnalis, tentu ada hal yang sangat penting dalam berita tersebut, apakah berita itu fakta atau tidak.Baik fakta peristiwa maupun fakta pendapat, dlm berita kebakaran hutan lindung Koba betul bahwa ada fakta peristiwa yaitu kebakarannya HL Koba.

"Namun saya patut dipertanyakan apakah betul ada fakta pendapat seorang ketua DPRD Babel saudara Didit Srigusjaya yg mengatakan bahwa, " Ia kecewa alur sungai dipersempit pemkab bateng". Ini yang harus jelas. Sebab menurut pendapat saya beliau selaku politisi tidak mungkin berpendapat seperti itu. Andaikan benar statemen itu, dari saudara Didit dengan penuh rasa hormat saya mohon maaf, saya harus mengatakan bahwa saudara Didit bodoh. Kalau harus berstatemen seperti itu," tegas Zamhari.

Menurut Zamhari, selama dirinya menjadi anggota DPRD Bangka tengah, dirinya tidak pernah membaca bahkan mengesahkan jika eksekutif membuat program kegiatan yang akan mempersempit alur sungai.

" Saya jamin 100 persen, pemkab Bateng tidak pernah membuat kegiatan mempersempit alur sungai HL Koba maupun sungai-sungai yang lainnya. Bahkan yang ada adalah Pemkab Bateng membuat kegiatan normalisasi sungai dgn tujuan membersihkan, mendalami, mempercantik sehingga sungai tersebut bisa dimanfaatkan oleh warga," ucapnya.

Kalaupun, memang benar saudara didit tidak pernah berstatemen seperti itu, lanjut Zamhari, bisa disimpulkan pemberitaan di sebuah media online lokal di Bangka Tengah itu sifatnya tendensius, propokatif dan menyesatkan.

" Saya ingat ketika belajar jurnalistik, ada istilah WTS ( wartawan tanpa surat kabar) , MUNTABER ( muncul terus tanpa berita ) bahkan ada istilah wartawan bodreks.Oleh karena itu, saya berharap kepada kawan-kawan wartawan mari menulis dengan fakta tidak dengan opini apalagi menyesatkan.Kalau itu fakta silakan tulis apa adanya jangan takut sebab di dalam demokrasi empat pilar demokrasi itu salah satunya PERS," ucapnya.

Ketua DPRD Bangka Belitung Didit Srigusjaya mengungkap penyebab kebakaran karena hutan yang tidak dijaga. Bahkan aliran sungai menuju hutan lindung itu dipersempit.

"Seharusnya pemerintah daerah tidak melakukan penyempitan sungai-sungai di Kota koba seperti Sungai Cin Bawah, Sungai Cicon dan Sungai Sinar Bulan. Sungai-sungai itu satu aliran dengan sumber air di hutan Koba," kata Didit Srigusjaya, Minggu (27/9/2015).

Pemulihan kawasan lindung dan area pendukungnya harus diperbaiki. Pemerintah daerah memiliki peran tersebut.

"Kita berharap pemerintah harus memulihkan kembali keberadaan hutan lindung Koba tersebut," kata Didit Srigusjaya.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved