BangkaPos/

Ancaman Kebakaran Akan Terus Meningkat

SEBANYAK 4.473 aparat gabungan TNI dan Polri bahu membahu memadamkan api pada kebakaran hutan dan lahan di perbatasan

Ancaman Kebakaran Akan Terus Meningkat
Antara/Nova Wahyudi
Sejumlah prajurit TNI berlari sambil mengangkat mesin penyedot air saat akan memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Palm Raya, Ogan Ilir, Sumsel, Rabu (30/9/2015) 

Ancaman Kebakaran Akan Terus Meningkat

BANGKAPOS.COM -- SEBANYAK 4.473 aparat gabungan TNI dan Polri bahu membahu memadamkan api pada kebakaran hutan dan lahan di perbatasan Sumsel dan Jambi. Kebakaran lahan di kawasan itu menimbulkan asap yang menyelimuti negeri jiran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memiliki data yang menunjukkan asap yang memayungi Malaysia dan Singapura berasal dari wilayah perbatasan Sumsel dan Jambi.

"Asap berasal dari wilayah Sumsel dan sebagian perbatasan Sumsel dengan Jambi, lalu mengarah ke timur laut lalu ke utara, berbelok, hingga menutupi Malaysia dan Singapura," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9).

Untuk mengurangi kabut asap di Malayia dan Singapura, maka sumber asapnya harus segera dipadamkan. Menurut Sutopo, pemadaman api di wilayah perbatasan Sumsel dan Jambi, melibatkan 3.703 anggoya TNI dan 770 polisi.

Sutopo juga mengatakan, saat ini, sebanyak 22.146 personil telah dilibatkan dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Mereka akan digerakkan sesuai tingkat ancaman.

Menurut Sutopo, jumlah titik api sudah mengalami penurunan namun asap masih ada. Menurutnya, asap masih ada karena masih ada upaya pembakaran hutan. Alasan lain, masih ada api di bawah permukaan lahan gambut sehingga asap masih muncul.

"Ciri khas gambut itu susah dipadamkan," katanya.

Untuk mengatasi kabut asap yang masih terjadi, BNPB akan fokus melakukan pemadaman di titik-titik api terparah. Misalnya, di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin (Sumsel) serta di wilayah perbatasan Sumsel-Jambi. Di Kalimantan Tengah, pemadaman difokuskan di Pulang Pisau, Kapuas, dan Kotawaringin Timur.

Sutopo menjelaskan, berdasar laporan Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), efek El Nino akan terasa hingga akhir November ataupun pertengahan Desember.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help