BangkaPos/

Menelisik Jejak Pembantaian PKI di Pegarun

WARGA Air Selumar, Adi Darmawan menunjuk sebuah puing pondasi yang teronggok di antara semak belukar Pegarun. Pondasi itu dulunya

Menelisik Jejak Pembantaian PKI di Pegarun
bangkapos.com/Wahyu K
Seorang warga sedang menunjuk bekas bak mandi di atas puing rumah A5 Pegarun, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Rabu (30/9/2015) sore. 

Menelisik Jejak Pembantaian PKI di Pegarun
Tempat Ini Dulu Angker

Keheningan menyelimuti puing rumah A5 di daerah Pegarun, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Rabu (30/9) sore. Rumah ini merupakan saksi bisu pembantaian PKI pasca gerakan pemberontakan G30-S lima puluh tahun silam.

WARGA Air Selumar, Adi Darmawan menunjuk sebuah puing pondasi yang teronggok di antara semak belukar Pegarun. Pondasi itu dulunya dikenal dengan nama A5, sebuah rumah dinas karyawan di komplek perumahan PT Timah.

Pria yang akrab disapa Adong ini lalu menunjuk sebuah pohon beringin di sebelah puing pondasi tersebut. Beringin itu menjadi salah satu tanda untuk mengenali titik lokasi A5.

"Tempat ini dulu angker, karena kalau disebut A5 pasti langsung teringat dengan cerita pembantaian PKI," kata Adong kepada Pos Belitung, Rabu (30/9).

BACA JUGA: Selesai Upacara Hari Kesaktian Pancasila Gubernur Babel Tiba-tiba Marah

Lantaran menyeramkan, rumah A5 sering dijadikan tempat ujian kenaikan tingkat anggota pramuka. Adong mengaku pernah mengikuti ujian tersebut sewaktu SD dan masih ingat betapa menyeramkannya A5 kala itu.

Namun A5 kini tak terlihat seram seperti ceritanya dulu. Lokasinya sudah hampir rata dengan tanah dan dipenuhi semak belukar.

BACA JUGA: Kapolda Babel Mutasikan 33 Pama dan Pamen

Bekas pembakaran lahan membuat upaya menyelusuri bekas bangunan tersebut menjadi lebih mudah. Sebab semak belukar di atas puing bangunan tersebut kini tinggal menyisakan bagian ranting.

Penulis: wahyu
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help