BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Nuju Jerami Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Warga Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka patut berbangga lantaran salah satu tradisi budayanya yaitu tradisi Nuju Jerami

Nuju Jerami Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Bangkapos.com/Nurhayati
Prosesi dari ritual adat Nuju Jerami sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi di Dusun Pejam, Gunung Pelawan, Belinyu, Kabupaten Bangka, Kepulauan Babel. 

Nuju Jerami Jadi Warisan Budaya Tak Benda

BELINYU, BANGKA POS - Warga Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka patut berbangga lantaran salah satu tradisi budayanya yaitu tradisi Nuju Jerami warga Dusun Pejem Desa Gunung Pelawan ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Dalam laman Kemdikbud.co.id disebutkan warisan budaya ini ditetapkan pada tanggal 20-23 September 2015 dalam sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda di Jakarta.

Dalam sidang itu diputuskan 121 karya budaya dari seluruh Indonesia yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda. Karya-karya budaya ini disaring dari 339 usulan karya budaya yang diterima Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemdikbud.

Beberapa karya budaya yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2015 ini diantaranya Pinto Aceh yaitu kemahiran dan kerajinan tradisional Aceh, Pacu Jalur tradisi dan ekspresi lisan dari Riau, upacara adat Nujuh Jerami sebuah adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan dari Babel dan rampak Beduk Pandeglang.

"Alhamdulillah, ini sebuah kebanggaan bagi masyarakat Belinyu," kata Camat Belinyu Asli, Rabu (30/9).

Ia berharap dengan ditetapkannya Nuju Jerami sebagai warisan budaya akan ada bantuan dana dari pemerintah pusat untuk pelestariannya.

"Selama ini tradisi tersebut digelar pada bulan Maret dan ada bantuan dari Dinas Pariwisata yang melakukan pembinaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, tradisi Nuju Jerami masyarakat Pejem Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu merupakan ungkapan syukur masyarakat setempat atas keberhasilan panen padi ladang.

Pada puncak acara tradisi tersebut digelar hiburan rakyat yang biasanya menjadi ajang cari jodoh bagi muda mudi disana.

"Tapi kondisinya sekarang masih sedikit yang mempertahankan padi ladang. Namun tradisi Nuju Jerami masih terap dipertahankan," kata Asli. (wan)

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help