BangkaPos/

Breaking News

Pria Yang Menelan Batu Ini Dikenal Suka Membantu Nelayan

Jono (25) yang diduga mengalami gangguan jiwa dan menelan batu sebesar 3 sentimeter ini dikenal warga sekitar

Pria Yang Menelan Batu Ini Dikenal Suka Membantu Nelayan
POSBELITUNG/DEDY Q
Seorang pria yang dinyatakan bernama Jono (25) terbaring di ruang Cempedik, ruang Perawatan Bedah dan Anak RSUD Beltim, Kamis (1/10/2015). 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG- Jono (25) yang diduga mengalami gangguan jiwa dan menelan batu sebesar 3 sentimeter ini dikenal warga sekitar Kampung Juru, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur diketahui sering berada di jembatan Kampung Juru.

Menurut warga sekitar Jono juga yang kerap membantu nelayan di setempat dan diberi upah.

"Rajin (suka)bantu-bantu orang, misal bantu bongkar ikan. Dia membantu mengangkat es dan dikasih uang. Kadang-kadang kami bantu juga lah," kata satu dari tiga warga yang membawa Jono ke RSUD Beltim, Sudak (25)

"Memang tahu (kenal), dan memang agak kurang (stress). Kalau ngomong, rajin (suka) ketawa sendiri. Sering tidak nyambung. Katanya sih (asalnya) dari Jawa, tapi kami tidak tahu juga," ujar Sudak.

Seorang pria tak beridentitas dan dinyatakan bernama Jono (25) tergeletak di kasur pasien ruang Cempedik, ruang Perawatan Bedah dan Anak RSUD Kabupaten Beltim, Kamis (1/10/2015) sekitar pukul 10.00 WIB. Mengenakan celana jeans dan tanpa baju, dia tergolek tampak lemas.

Jono tak menyahut ketika disapa. Selang infus tampang dipasang di lengan kanannya yang bertato.

Dari cerita satu di antara warga yang membawanya ke RSUD Beltim, Nurlela (21), Jono ditemukan tergeletak di sekitar Jembatan -yang disebut warga sekitar- Kampung Juru, Desa Baru, Kecamatan Manggar, sekitar pukul 3.00 dini hari tadi.

"(Saaat ditemukan) Baring kayak posisi di dalam (ruang perawatan) itu lah. Banyak orang di situ cuma ditingok (maksudnya dilihat-lihat saja) ajak," kata ibu dengan dua anak ini.

Merasa iba, Nurlela, suaminya, Sudak (25), dan seorang pria lainnya, melarikan Jono ke IGD RSUD Beltim sekitar pukul 6.00 WIB. Menggunakan sepeda motor bebek, mereka berboncengan tiga orang sekaligus dengan posisi Jono diapit ditengah.

Sudak mengatakan, Jono diindikasikan warga sekitar mengalami gangguan jiwa.

"Sehari-hari, kadang di jembatan, kadang di perahu orang. Di mana ada tempat di sana lah dia. Misal dia dikasih uang, dia beli mi, di perahu orang situ lah, dia masak. Pokoknya asal ada kompor," kata Sudak.

Pihak RSUD Beltim memberikan keterangan Jono telah dirontgen. Hasilnya dinyatakan, ditemukan batu dengan ukuran tiga sentimeter di tenggorokan Jono.

"Sudah di-scan, di-rontgen ada batunya. Dokter bilang harus dirujuk ke Jakarta," kata staff Humas RSUD Beltim Aji kepada Pos Belitung. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help