Bripka Diki Selain Menjaga Perdamaian Juga Menjadi Ketua Masjid di Sudan

Dia adalah wakil dari Polda Kepulauan Babel sebagai pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Darfur, Sudan, Afrika

Bripka Diki Selain Menjaga Perdamaian Juga Menjadi Ketua Masjid di Sudan
iST
Bripka Diki Zulkarnain

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - "Kalau kangen sama anak dan istri, setiap hari kami rutin menelpon atau video call lewat Line dan BBM," ungkap Bripka Diki Zulkarnain, Panit Sidik Jari Seksi Identifikasi Dit Reskrimum Polda Kepulauan Babel saat wawancara bersama bangkapos.com melalui blackberry messenger (BBM), Jumat (2/10/2015).

Dia adalah wakil dari Polda Kepulauan Babel sebagai pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Darfur, Sudan, Afrika dalam misi UNAMID (United Nation African union Hybrid Mission in Darfur).

Bapak tiga orang anak ini, sejak Desember 2014 lalu berangkat ke Afrika dan ditempatkan pada staf Opsnal bersama 139 anggota lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pria kelahiran 10 November1980 itu, harus melalui serangkaian tes ketat sebelum diterima bergabung di pasukan PBB yang biasa disebut FPU (Formed Police Unit).

Tes administrasi, psikotes, kesehatan, jasmani, komputer, Menembak, Bahasa Inggris dan Arab dilaluinya dengan lancar. Dari Polda Babel, peserta seleksi hanya 5 orang yakni empat Brimob dan dia sendiri sebagai polisi umum. Namun, yang terpilih tiga orang yakni dua anggota Brimob dan polisi umum.

"Kontingen FPU Indonesia terdiri dari 2 forrmasi yaitu Formasi Pasukan Taktis dan Formasi Support. Pasukan Taktis terdiri dari sniper, driver, komandan peleton dan komandan regu yang jumlahnya 100 orang. Sedangkan Formasi Support terdiri dari unsur staf, staf Min Ops, staf Min Pers, staf Logistik, Medis bensat Mekanik (ranmor, AC, Genset dan Watertreatment) dan kebetulan saya memilih formasi Staf Opsnal. Jumlah Formasi Support ada 40 anggota," kata Diki.

Menurutnya, anggota yang ikut seleksi sekitar 3.450 orang. FPU Indonesia sudah ada sejak tahun 2009. Diki bergabung bersama Kontingen FPU Indonesia VII, yang artinya program tersebut sudah berjalan selama 7 tahun. Setiap setahun sekali diganti dengan kontingen yang baru.

Polda Babel baru pertama kali mengirimkan wakil dalam misi PBB ini. Ada rasa kebanggaan Diki dan kawan-kawan dapat membawa nama Polda Babel di tingkat internasional.

"Kedepannya kami berharap bisa membuka jalan untuk personil Polda Babel lainnya ikut dalam misi PBB. Kami bertugas sampai Desember 2015. Sebelum berangkat ke Sudan dari bulan September 2014, personil yang dinyatakan lulus harus mengikuti latpra Ops di Puslat Multi Fungsi Cikeas Bogor selama tiga bulan," ujar Diki.

Halaman
12
Penulis: Alza Munzi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved